Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Kesepian Tinggal Sendiri, Lansia di Kendari Gantung Diri

114

Seorang pria lanjut usia (lansia) di Kelurahan Lapulu Kecamatan Abeli Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Lansia tersebut bernama Mursalin (77) ditemukan gantung diri menggunakan kain sarung di rumahnya, Jumat 7 Oktober 2022 sekitar pukul 08.20 WITa.

Kapolresta Kendari Kombes Pol Muhammad Eka Faturahman mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh anaknya saat berkunjung di rumahnya.

“Sekitar pukul 06.10 WITa, singgah di rumah orang tuanya dan mendapatinya sedang baring di dalam kamarnya, selanjutnya dia menawarkan untuk membelikan kue kepada orang tuanya namun ditolak,” kata Eka.

Beberapa saat kemudian lanjut Eka, dia pamit meninggalkan rumah orang tuanya untuk pergi membongkar tenda di lokasi pesta pernikahan di sekitar Kelurahan Lapulu.

Iklan oleh Google

“Setelah dari bongkar tenda anaknya kembali singgah di rumah orang tuanya dan sudah menemukan orang tuanya telah gantung diri dengan menggunakan 2 lembar kain sarung yang ujungnya dililitkan pada rangka atap rumah dalam keadaan kaki terlipat ke belakang (setengah jongkok) dan telah kaku, di sekitar TKP terdapat kursi plastik dan tongkat,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Kapolres, anaknya memanggil rekannya yang berada di luar rumah untuk membantu menurunkan korban dari jeratan kain di lehernya, selanjutnya korban disemayamkan di ruang tengah.

Dari keterangan anak korban bahwa orang tuanya telah 2 tahun menderita sakit asam urat dan reumatik sehingga untuk berjalan menggunakan alat bantu tongkat dan korban pernah mengeluh tinggal seorang diri di rumahnya.

“Beberapa hari yang lalu anak korban sempat mendengar keluh kesah bapaknya bahwa merasa kecewa atas pindah rumahnya anaknya di Kelurahan Anggalomelai, sehingga korban merasa kesepian tinggal di rumahnya sendirian,” ujar Polresta Kendari.

Anak korban menyampaikan penolakan untuk dilakukan visum dengan alasan korban meninggal dunia karena gantung diri dan pihak keluarga ikhlas menerima kematian orang tuanya.

“Sekitar pukul 10.30 WITa, 2 orang anak korban mendatangi Polsek Abeli untuk membuat surat pernyataan penolakan dilakukan autopsi terhadap jenazah orang tuanya,” tambahnya. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi