Hilangnya Santri Pondok Pesantren di Konsel Diadukan ke LPAI dan Komnas HAM
Kasus hilangnya Agung Kurniawan (14) seorang santri di Pesantren Tahfidzul Qur’an Darur Raihanun NW, Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) sejak Minggu 25 Februari 2024 lalu hingga saat ini belum menemukan titik terang. Walaupun sudah dilaporkan ke polisi.
Sehingga atas hal tersebut keluarga korban yang didampingi oleh kuasa hukumnya, Tri Mandala P. Erindo, melaporkan kasus ini ke Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta, pada Rabu, 17 Juli 2024.
Menurut kuasa hukum korban, dengan dilaporkannya kepada kedua lembaga itu dapat mempercepat proses pencarian dan penyelidikannya.
“Hari ini kami selaku kuasa hukum dari pihak keluarga Agung Kurniawan berada di Jakarta untuk datang berdiskusi dan memasukkan aduan kepada dua instansi yang menurut kami berhubungan dan dapat membantu memudahkan proses pencarian Agung Kurniawan,” ujar Tri Mandala P. Erindo.
Ia mengungkapkan, kejadian hilangnya Agung Kurniawan sangat disesalkan. Sebab, Agung ini merupakan seorang siswa dalam pengawasan pondok pesantren yang dimana ialah lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak dalam menjalankan kesehariannya menuntut ilmu.
Selain itu, Tri Mandala menduga dalam kasus ini ada dugaan bentuk eksploitasi kepada anak-anak santri yang bersekolah pada ponpes tersebut. Sebab Agung terakhir kali diketahui diperintahkan oleh sekolah untuk meminta sumbangan ke tempat umum.
“Dimana secara gamblang dengan kewenangannya sebagai sekolah memerintahkan anak untuk meminta sumbangan pada tempat umum yang mana hal ini sangat menciderai hak anak itu sendiri apalagi jika terbukti hal tersebut dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif,” bebernya.
Sehingga dirinya berharap dengan dilaporkannya kepada kedua lembaga itu dapat mempercepat proses pencarian dan penyelidikan Agung.
Ia menambahkan, dirinya dan keluarga Agung akan terus melakukan segala cara dan upaya untuk mengungkap keberadaan korban.
“Kami akan mem-folow up kepada seluruh lembaga yang berhubungan agar hal ini menjadi atensi bersama dari seluruh pihak terkait dan agar kejadian ini menjadi sorotan secara nasional. Karena hilangnya Agung selama 5 bulan tanpa ada informasi dan perkembangan sedikitpun hari ini merupakan pelecehan terbesar pada kemanusiaan,” ujarnya.
Sebelumnya orang tua korban juga bersama Aliansi Peduli Masyarakat mendesak pihak Polda Sultra untuk turun tangan menangani kasus tersebut. Karena pihak Polsek Ranomeeto tempat pertama kali dilaporkannya kasus hilangnya santri tersebut belum menemukan titik terang.
Iklan oleh Google
“Sampai detik ini tidak ada respon dari pihak pondok pesantren maupun dari pihak kepolisian Ranomeeto. Tidak ada kepastian atas hilangnya anak saya,” kata Aisyah ibu korban di Mapolda Sultra Senin, 15 Juli 2024.
Atas hal tersebut, ia meminta Kepala Kepolisian Polda (Kapolda) Sultra Irjen Pol Dwi Irianto, S.I.K untuk mengambil alih dan menuntaskan kasus hilangnya anak berumur 14 tahun itu.
“Tolong pak Kapolda ditangani saya punya masalah ini, tolong anak saya bagaimana nasibnya sudah lima bulan belum ada kejelasan dimana sebenarnya anakku itu. apa masih hidup atau sudah mati,” tegasnya.
Menurutnya, ada kejanggalan terkait hilangnya anaknya. Sebab dirinya baru diberitahu oleh pihak pesantren usai tiga hari hilang.
“Anak saya tiga hari (hilang) baru diinformasikan,” ujar Aisyah.
Sementara itu, Kapolsek Ranomeeto, AKP Ansar Ali mengatakan, terkait kasus tersebut pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi baik dari keluarga agung ataupun pihak pondok pesantren.
“Jadi kami sudah memeriksa terhadap sejumlah saksi, baik dari keluarga Agung Kurniawan dan juga pihak pondok pesantren. Total sudah enam saksi yang diperiksa,” jelasnya pada awak media.
Ia mengungkapkan, sebelum hilang, korban sempat disuruh oleh pihak pondok untuk meminta sumbangan ke pasar.
“Keterangan pihak pondok, bahwa sebelumnya menyuruh korban dan temannya meminta sumbangan di pasar. Setelah dari luar atau pasar anak itu tidak sempat masuk ke dalam pondok,” ungkapnya.
Saat ini, kata dia, pihaknya masih terus berupaya mengungkap keberadaan Agung Kurniawan.
“Setiap Informasi selalu kami tindak lanjuti , namun hingga saat ini belum ada informasi yang A1 (valid),” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)
