Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Didemo Karena Jabatannya Diperpanjang, Prof Zamrun Tegaskan Hanya Jalankan Amanah Kementerian

268

Aksi unjuk rasa yang digelar Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Halu Oleo (UHO) pada Kamis, 10 Juli 2025 berlangsung panas. Massa aksi menolak perpanjangan masa jabatan Prof. Muhammad Zamrun Firihu sebagai Rektor UHO, yang tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 197/M/KER/2025 tertanggal 2 Juli 2025.

Massa menilai perpanjangan jabatan tersebut sarat polemik dan meminta klarifikasi langsung dari pihak rektorat.

Sementara itu dalam keterangannya Prof. Zamrun menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan mandat yang diberikan oleh kementerian.

“Harusnya karena ini keputusan menteri, ya mereka tanyakan langsung ke Jakarta. Saya hanya menjalankan tugas sesuai perintah, agar proses akademik dan non-akademik di UHO tetap berjalan lancar,” jelas Prof. Zamrun.

Diketahui dalam aksi tersebut pun sempat diwarnai keributan antara dirinya dengan salah satu oknum dosen yang hampir terjadi adu jotos.

Rektor UHO 2 periode itu mengaku oknum dosen tersebut mencoba menghalangi dirinya saat hendak ke mobil untuk menenangkan mahasiswa.

Iklan oleh Google

“Tidak ada adu jotos. Oknum dosen itu malah mencoba menghalangi saya saat hendak ke mobil untuk menenangkan mahasiswa. Saya hanya minta agar tidak dihalangi,” katanya.

Selain itu, dirinya juga mengaku ingin berdialog dengan masa aksi untuk mendengarkan tuntutannya.

“Tolong diluruskan jadi saya tidak ada niat lain. Cuma ingin berdialog dan menenangkan masa. Tapi mungkin karena banyak yg bukan mahasiswa mereka tidak mengenal rektor,” jelasnya.

Rektor dua periode itu juga mengimbau semua pihak untuk menjaga situasi kampus agar tetap kondusif dan tidak menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya.

“Jangan buat narasi yang tidak berdasar. Mari jaga UHO agar tetap aman dan kondusif. Ini tempat anak-anak bangsa menuntut ilmu. UHO milik kita bersama,” ujarnya.

Aksi mahasiswa yang semula berlangsung damai memanas seiring desakan klarifikasi yang ditujukan kepada pimpinan kampus. Berkat respons cepat aparat keamanan dan pihak rektorat, situasi berhasil diredam sebelum berkembang menjadi kericuhan besar.

Dengan adanya klarifikasi ini, Prof. Zamrun berharap seluruh civitas akademika dapat kembali fokus pada kegiatan pendidikan dan memanfaatkan ruang dialog sebagai cara menyelesaikan perbedaan. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi