Bendahara Kejari Bombana Ditemukan Tewas Tergantung, Polisi Lakukan Penyelidikan
Masyarakat di kawasan BTN Zam-Zam, Kelurahan Ameroro, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria di dalam rumahnya, Selasa 25 Februari 2026. Korban diidentifikasi sebagai Muhammad Hendri Sampurno (39), yang menjabat sebagai Bendahara di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bombana.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban yang ditemukan dalam kondisi tergantung.
Kasi Humas Polres Bombana, Iptu Abdul Hakim, mengonfirmasi penemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kecurigaan berawal dari keterangan saksi mata, Maya (45), yang melihat kondisi rumah korban tampak janggal selama beberapa hari terakhir.
“Saksi terakhir kali bertemu korban pada Senin, 23 Februari 2026 sekitar pukul 14.00 WITA. Namun, saksi merasa curiga karena pintu rumah korban terlihat terus terbuka tanpa adanya aktivitas yang jelas di dalamnya,” ujar Abdul Hakim dalam keterangan kepada awak media Kamis, 26 Februari 2026.
Iklan oleh Google
Berdasarkan keterangan saksi, pengecekan dilakukan pada Rabu malam setelah warga sekitar merasa ada kejanggalan. Saksi meminta bantuan warga lain, Agus Hamza (51), untuk memeriksa bagian dalam rumah.
Saat itulah, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi tergantung di kusen pintu kamar sebelah kiri rumahnya. Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk mengamankan area dan melakukan
Dari hasil pemeriksaan fisik awal di lokasi, petugas menemukan sejumlah tanda fisik pada tubuh korban, di antaranya lebam di bagian lutut serta keluarnya cairan dari mulut.
Pihak kepolisian belum dapat memberikan kesimpulan final terkait motif maupun penyebab kematian korban sebelum hasil medis lengkap keluar. Namun, proses evakuasi telah dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Dan korban kemudian dibawa ke RS Tanduale untuk menjalani visum atas permintaan keluarganya.
Setelah menjalani proses pemeriksaan medis di RS Tanduale, jenazah bendahara Kejari tersebut langsung diberangkatkan menuju Kota Kendari untuk proses persemayaman dan pemakaman oleh pihak keluarga. (Ahmad Odhe/yat)
