Banyak Korban BBM Oplosan, DPRD Sultra Minta Pertamina Tak Tutup Mata
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi agar tidak tutup mata kepada korban bahan bakar minyak (BBM) oplosan di Kota Kendari
Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi 3 DPRD Sultra Hj Suleha Sanusi saat menggelar rapat dengar pendapat bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Polda Sultra, Dinas ESDM Sultra, Disperindag Sultra dan masyarakat pada Senin, 10 Maret 2025.
“Saya di sini meminta kepada pihak PT Permohonan Patra niaga mencarikan solusi yang terbaik. Jangan kita menutup mata,” kata Ketua Komisi 3 DPRD Sultra.
Menurut, Anggota DPRD Sultra dari partai PDIP ini, korban bukan hanya satu orang melainkan mencapai puluhan orang.
“Tapi kita juga harus membuka mata apa yang sudah terjadi di masyarakat. Karena ini korbannya bukan satu satu dua orang saja,” ujarnya.
Iklan oleh Google
Sebelumnya sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Kota Kendari mengalami kejadian tak biasa pada Rabu, 5 Maret 2025.
Motor mereka tiba-tiba mogok atau buntuh-buntuh setelah mengisi bahan bakar di SPBU. Video yang beredar memperlihatkan para pengemudi ojol membalikkan sepeda motor mereka untuk membuang bensin yang sudah ada di tangki.
Dalam video tersebut, seorang pria terlihat heran dengan kondisi bensin yang ditumpahkan. Menurutnya, bahan bakar yang keluar memiliki karakteristik berbeda dari biasanya.
“Kayaknya bensin ini oplosan. Pertalite kok kayak oli, kalau bensin asli pasti cepat menguap,” ujarnya dalam rekaman video.
Kasus ini dugaan pengoplosan bahan bakar Pertalite ini pun juga sudah di dilaporkan ke pihak kepolisian resort kota Kendari pada Selasa, 4 Maret 2025 malam.
Laporan ini muncul setelah banyak dari mereka mengalami kerusakan pada kendaraan usai mengisi bahan bakar di sejumlah SPBU di kota tersebut. (Ahmad Odhe/yat)
