Prof Muhammad Zamrun Kembali Nakhodai Kagama Sultra
Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof Muhammad Zamrun Firihu kembali dipercaya menakhodai Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2023-2028.
Terpilihnya Zamrun usai Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Sultra melakukan Musyawarah daerah (Musda) di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis 18 Mei 2023.
Prof Zamrun mengatakan, kepengurusan daerah Kagama Sultra periode 2018-2023 telah berakhir sehingga dengan itu pihaknya kembali melakukan musyawarah daerah untuk menentukan kepengurusan yang baru periode 2023-2028.
Kata dia, dalam musda tersebut dirinya kembali dipercaya untuk menjadi ketua Kagama Sultra periode 2023-2028.
“Alhamdulillah hari ini ternyata teman-teman pengurus cabang (pengcab) dan peserta musyawarah daerah masih mengusulkan saya untuk melanjutkan kepemimpinan Pengda Kagama Sultra periode 2023-2028,” kata Rektor UHO saat ditemui.
Ia mengungkapkan, usai terpilih dirinya akan mengupayakan membentuk kepengurusan cabang (Pengcab) Kagama di beberapa wilayah kabupaten kota yang ada di Sultra.
Iklan oleh Google

“Ternyata pengcab baru empat dan di Sultra itu ada 17 kabupaten kota. Paling tidak kita bisa menambah empat atau lima Pengcab lagi agar kabupaten kota memiliki kepengurusan sendiri,” kata Prof Zamrun.
Alumnus Jepang juga itu menyebut, saat ini Kagama Sultra hanya memiliki empat Pengcab yakni Muna, Buton Tengah, Kepulauan Buton, dan Kota Kendari.
“Masih banyak yang belum jadi pengcab di daerah. Jadi saat ini kita akan berupaya bentuk lagi pengcab yang baru untuk beberapa kabupaten kota di Sultra,” tuturnya.
Rektor UHO dua periode itu juga akan memperbaiki database alumni Universitas Gadjah Mada yang tersebar di Sultra untuk mendukung pembentukan pengurus cabang baru yang ada di daerah Sulawesi Tenggara.
Sehingga dengan demikian, koordinasi, silahturahmi, kekeluargaan sesama alumni Universitas Gadjah Mada itu lebih terjalin.
“Jadi yang belum ada Buton Utara, Baubau, Muna Barat, Kolaka, Bombana, Konawe, Konawe Selatan dan Konawe Utara. Jadi artinya untuk membentuk pengcab yang itu kita bikin dulu databasenya. Kalau itu ada semua nanti kita bisa membuka pengcab-pengcab lain yang ada di Sultra dan menjadikan Kagama untuk negeri,” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)
