Take a fresh look at your lifestyle.
     

Trader Tambang Nikel di Konut Ditangkap Polisi karena Ancam Warga Pakai Senpi

40

Seorang pria bernama Hariyono (35) yang bekerja sebagai trader nikel di Blok Mandiodo Konawe Utara (Konut), diamankan polisi usai melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Widdi, di Jalan. A. Yani Kelurahan Mataiwoi Kecamatan Wuawua Kota Kendari, Senin 25 Oktober 2023.

Selain melakukan penganiayaan, pelaku juga melakukan pengancaman menggunakan senjata api (Senpi) jenis Glock 43X kepada korban.

Trader tambang merupakan orang yang terlibat dalam jual beli pertambangan.

Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Fitrayadi mengatakan, kejadian bermula ketika korban yang sedang nongkrong di depan Indomaret, dimintai bantu oleh istri pelaku yang sedang hamil untuk mengangkat galon berisi air.

“Istri tersangka meminta tolong kepada korban untuk mengangkatkan galon tersebut, lalu istri tersangka memberikan sejumlah uang,” katanya.

Ia mengungkapkan, tersangka yang melihat kejadian tersebut merasa tersinggung karena menurutnya bahwa korban sempat menyentuhkan badannya di bagian perut istrinya.

Iklan oleh Google

“Setelah itu tersangka yang sedang berada dalam mobil menurunkan kaca dan menunjuk korban, kemudian korban mendatangi tersangka dan tersangka sempat mengeluarkan senpinya mengarahkan kepada korban,” tuturnya.

Tak sampai di situ, pelaku yang gelap mata kemudian mencekik leher korban, hingga mengalami luka gores dan memar pada bagian leher.

“Salah satu saksi kemudian mencoba meleraikan namun juga mendapatkan gertakan dari tersangka,” ungkapnya.

Saat dilakukan interogasi, pelaku mengaku emosi kepada korban yang telah menyentuhkan badannya ke perut istrinya yang sedang hamil.

“Dari tangan pelaku, kami mengamankan, 1 pucuk senpi jenis Glock 43X, 10 butir peluru tajam kaliber 32, 1 buah magazine, 1 lembar Surat Izin Khusus Senpi No. IKHSA/6778A/V/2023, tgl 24 Mei 2023,” pungkasnya.

Kini pelaku dan barang bukti telah diamankan di Mapolresta Kendari. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 351 ayat (1) KUHP (2,8 tahun penjara) dan Pasal 335 ayat (1) Ke-1e KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi