Take a fresh look at your lifestyle.
     

Sengketa Lahan, Hakim PN Kendari Minta Kedua Belah Pihak Tunjukkan Peta Lokasi

118

Sidang lapangan atas perkara sengketa lahan di jalan Boulevar antara penggugat Jufani Yunus Kadir dengan tergugat Hj Gunawati Abdul Samad berlangsung di lokasi sengketa.

Majelis Hakim dan kuasa hukum kedua belah pihak yang berperkara hadir dan melihat objek sengketa, Jumat 1 April 2022.

Dalam sidang lapangan, kedua pihak yang berperkara diberikan kesempatan oleh majelis hakim untuk menunjukkan batas-batas dan luas lahan. Penggugat melalui Rizal SH MH kemudian menunjukkan batas lahan dengan ukuran dari arah timur ke barat 55 Meter dan panjang dari arah utara ke selatan sepanjang 97 meter di sebelah barat dan 92 meter di sebelah timur.

Sementara dari pihak tergugat ketika diminta majelis hakim menunjukkan batas lahan itu menyebutkan bahwa lebar lahan milik yang digugat itu hanya 50 meter dari arah timur ke barat. Untuk panjang lahan dari arah utara ke selatan sepanjang 400 meter.

Dari keterangan kedua bela pihak yang berperkara dengan adanya perbedaaan membuat Ketua Majelis Hakim DR Made Sukadana SH MH meminta untuk menunjukan gambar lokasi yang bersengketa sesuai dengan pengukuran dari masing-masing pihak.

“Hari ini kita sudah melakukan sidang lapangan. Kedua pihak yang berperkara untuk menindaklanjuti dengan menunjukkan gambar atas lahan yang bersengketa dengan adanya perbedaan batas dan luas lahan. Gambar atau peta lokasi dapat diukur oleh pihak BPN atau pihak juru sita pengadilan atas permintaan hakim,” kata Ketua Majelis Pengadilan Negeri Kendari, Hakim DR Made Sukadana SH MH.

Lanjut Hakim yang menangani sidang perkara perdata ini menambahkan, untuk sidang selanjutnya dengan agenda pembuktian dan pemeriksaan saksi akan diagendakan segera.

Iklan oleh Google

“Sidang perkara ini, dijadwalkan untuk dilaksanakan pekan mendatang. Kepada kedua pihak untuk menghadiri jadwal yang telah disampaikan,” tutupnya.

Kuasa hukum tergugat Suwiki SH MH mengatakan, pihak penggugat dalam sidang lapangan telah menunjuk batas-batas lahan yang bersengketa. Dari penunjukkan itu disebutkan lebar lahan dari arah timur ke barat itu sepanjang 55 meter dan panjang dari utara ke selatan di sebelah barat itu sepanjang 97 meter dan di sebelah timur itu sepanjang 92 meter berdasarkan sertifikat.

“Kalau yang ditunjukkan batas dan luas lahan seperti itu, khususnya di batas lahan di sebelah barat dari arah Rumah Jabatan Kapolda Sultra itu berarti sudah mencaplok tanah milik Mardiana Papua,” jelasnya.

Sementara itu Kuasa hukum penggugat Rizal SH MH mengatakan, gugatan atas lahan milik Jufan Yunus Kadir tersebut sesuai dengan sertifikat yang dimiliki, sehingga batas lahan yang ditunjukkan seperti itu di lapangan.

“Iya sesuai bukti kepemilikan kami. Batas batas lahan juga sesuai dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh BPN sejak tahun 2007,” ujarnya.

Terkait sidang lanjutan, Rizal mengaku, telah menyiapkan sejumlah saksi dan bukti-bukti kepemilihan tanah yang dimiliki oleh kliennya.

“Pada sidang lanjutan, kita sudah siapkan semua bukti termasuk saksi-saksi. Pada intinya kita siap mengikuti sidang lanjutan itu,” tutupnya. (re/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
       
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi