Take a fresh look at your lifestyle.
     

Rajiun Tumada dan Kemajuan Olahraga Sultra

107

Oleh : Maul Gani

 

Bertemu pertama kali dengan La Ode Muhammad Rajiun Tumada, tepatnya pada pelaksanaan PON XVIII di Riau, medio September 2012. Sebagai jurnalis media lokal yang turut mewartakan perkembangan atlet yang berlaga di event empat tahunan tersebut.

Posisinya selain sebagai pejabat esselon Provinsi saat itu, Mantan Bupati Muna Barat ini mendampingi sepasang Karateka Sultra, Bambang dan Yunita yang berlaga di putaran PON. Ada momentum kami begitu dekat, saat perjalanan menuju Mess official Sultra di Kota Pekanbaru, Rajiun mengisahkan sulitnya memisahkan dirinya dan olahraga dan mimpi besarnya terhadap perkembangan olahraga daerah.

Dia mengambil gambaran dirinya saat menjadi atlet olahraga karate, pengalaman itu membulatkan tekadnya, kelak tidak ada lagi olahragawan yang kebingunan menentukan nasib saat pensiun dari arena.

Menurutnya, kegigihannya berlatih atlet harus dibarengi dengan perhatian atas nutrisi dan sarana latihan yang representatif. Sehingga KONI dan Cabor membutuhkan figur yang tepat dan peduli.

Meniti karier dimulai dari karateka sabuk putih hingga akhirnya keliling dunia dan mengibarkan merah putih di podium-podium Internasional, dia memiliki banyak catatan yang harus dibenahi dan dibutuhkan sinergi yang baik seluruh stakeholder.

Rajiun Tumada menjadi teladan bagi para olahragawan, segudang prestasi mentereng dan mengharumkan nama bangsa, tentu tidak didapat secara instan, butuh kerja keras, motivasi dan dorongan.

Garang di arena, pria yang pernah memilih karier ASN (jalur prestasi) ini tetaplah pribadi yang lemah lembut dan dicintai banyak orang, perhatian dan pekerja keras.

Jelang pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra, banyak pihak yang mengeluh-eluhkan namanya untuk mengambil alih komite olahraga tertinggi di Bumi Anoa.

Tanpa mengesampingkan putra daerah Sultra lainnya, Rajiun Tumada wajar menjadi primadona. Prestasinya mendunia kala menjadi atlet dan kerja nyatanya cemerlang saat mempimpin Cabang Olahraga adalah modal kuat dan jawaban kepercayaan insan olahraga Sultra.

Sultra banyak melahirkan atlet berprestasi di dunia Internasioal, wajar kita merindukan sosok pembeda dan bertangan dingin dalam menemukan bakat istimewa yang terus lahir dari seluruh jazirah Sulta.

Kita butuh pemimpin KONI lahir dari figur yang paham olahraga, yang mendengar jeritan atlet yang mengharumkan nama daerah.

Rajiun Tumada kita percaya menjadi oase di tengah carut marutnya penanganan olahraga, di tangannya kita berharap tidak ada lagi jeritan atlet yang menuntut gizi dan bonus. Pengalamannya dibutuhkan daerah untuk menjadi jawaban atas keresahan pahlawan daerah kita.

Penulis (kanan) saat berpose dengan LM Rajiun Tumada. (Istimewa)

Iklan oleh Google

Sentuhan Emas Rajiun Tumada

Semua pihak takjub, ada sebuah daerah di Sultra yang masih seumur jagung, tetapi menjadi pendulang emas di setiap event dan pertandingan utamanya olaraga Karate. Daerah Muna Barat, hampir tidak ada anak yang tidak berlatih ilmu bela diri.

Tentu bukan soal ekpektasi menjadi jawarah tetapi juga membentuk mentalitas dan daya tahan.

“Tidak ada orang hebat, yang ada hanya orang terlatih,” slogan ini terwujud begitu paripurna di daerah yang pernah dipimpin Rajiun Tumada ini.

Hampir tidak ada sanggar olahraga, lapangan kosong tanpa aktifitas olahraga anak-anak hingga dewasa. Rajiun Tumada berhasil memoles Muna Barat dengan lapisan emas olahraga.

Tanpa harus canggung, di skala lebih besar, Sultra tidak perlu canggung, mengadopsi Mubar dalam menciptakan atlet berprestasi. Tidak banyak pemimpun yang memiliki perhatian lebih utuk urusan prestasi.

Jauhkan dari Politisasi, Serahkan pada Ahlinya

KONI Sultra menjadi benteng terakhir mencetak generasi emas, kita berharap akan semakin banyak atlet yang harus berbicara tidak hanya di level nasional melainkan juga dunia, dari berbagai cabang olahraga dan minat.

KONI Sultra harus mampu keluar dari kecurigaan soal pengurus dan atlet titipan. Tidak ada lagi belanja alat latihan yang asal dan tidak memenuhi kualifikasi dan berbau korupsi.

Syaratnya, lepaskan ego dan kepentingan politik. Tujuan kita prestasi bukan elektoral pelanggeng kekuasaan melalui dunia olahraga.

Harapan kita tidak ada lagi insan olahraga yang berteriak meminta haknya, yang mengeluh soal standar gizi dan fasilitas latihan yang tidak memadai, ada perlakuan khusus kepada mereka yang berprestasi, sebagai penghargaan daerah atas dedikasi dan kerjakeras mereka.

Kehadiran LM Rajiun Tumada kita harapkan menjadi titik balik dalam meningkatnya prestasi olahraga di Sultra. Pengalamannya dibutuhkan dan kita percaya dia sangat layak dan pantas.

Kita percaya dia pantas mengurai benang kusut karena pengkotakan secara warna politik dan sengkarut permasalahan yang menggurita di KONI Sultra.

Salam olahraga…!!

 

(Penulis; Penggiat Literasi, Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Jayabaya, Founder Anoa Syndicate)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
       
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi