Take a fresh look at your lifestyle.
     

Petani di Koltim Alami Luka-luka Usai Berkelahi Rebutan Air Sawah

52

Seorang petani di Desa Mokupa, Kecamatan Lambandia, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) berinisial AG (56) harus menjalani perawatan medis usai kena bacokan, Senin 6 November 2023.

Pembacokan tersebut disebabkan usai pelaku berinisial A (35) dan korban berkelahi memperebutkan air untuk sawah mereka.

Kapolsek Lambandia, IPDA Wayan Sumanik mengatakan, kejadian bermula saat pelaku berinisial A (35) menuju sawah miliknya untuk mengalirkan air irigasi. Saat tiba, ternyata korban berinisial AG (56) sudah berada di irigasi persawahan yang sedang membendung air.

“Setelah itu, pelaku kemudian menghampiri korban dan mempertanyakan maksudnya membendung air irigasi itu,” kata Wayan Selasa 7 November 2023.

Ia melanjutkan saat menghampirinya korban marah dan menghampiri pelaku. Melihat hal tersebut, pelaku yang sedang memegang parang di tangannya langsung mengayunkan ke arah kepala korban.

Iklan oleh Google

“Pelaku mengayunkan parang ke arah kepala korban sebanyak 4 kali,” ungkapnya

Ia menuturkan selanjutnya korban berusaha merebut parang yang dipegang pelaku sehingga pelaku mencekik leher korban dengan menggunakan tangan kirinya sampai korban tidak berdaya.

Setelah korban tidak berdaya, pelaku lantas melepaskan cekikannya dan pergi meninggalkan korban. Pelaku lalu pergi ke rumah kepala dusun untuk mengamankan diri.

“Pelaku pergi mengamankan diri ke rumah salah satu kepala dusun,” katanya.

Sementara itu, korban langsung dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Sedangkan pelaku diamankan ke kantor polisi untuk dilakukan proses hukum.

“Pelaku kita jemput untuk kita amankan,” tutupnya. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi