Take a fresh look at your lifestyle.
 

Pasokan BBM di Mubar Tercukupi, Inflasi Masih Terkendali

44

Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat,Dr Bahri, telah melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di pusat-pusat penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk memastikan pendistribusian dan pembelian BBM bersubsidi disalurkan tepat sasaran.

Selain memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, menekankan kepada Pertamina dan agen-agen penjual BBM khususnya di wilayah pesisir untuk tidak menjual BBM bersubsidi kepada pihak industri.

“Itu kita lakukan untuk memastikan stok BBM di Mubar tercukupi. Jika kita temukan ada agen atau Pertamina yang menjual BBM kepada pihak industri maka kita akan tindak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” jelasnya.

Selanjutnya, dalam rangka menekan inflasi, Bahri meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Mubar agar bergerak di bidang perekonomian dan melaporkan perkembangan setiap hari.

Menurutnya TPID merupakan salah satu satgas yang memiliki peran penting dalam pengendalian inflasi daerah. Oleh yaitu ia menekankan agar TPID harus mampu bekerja sama dan bergerak cepat agar seluruh indikator yang berpotensi meningkatkan inflasi bisa teratasi dengan cepat dan tepat.

“Tim satgas pangan yang sudah terbentuk agar melaporkan tiap harinya agar saya bisa tahu untuk berbicara mengintervensi kebijakan dan saya minta pada teman-teman semua berbicara melalui data dalam mengambil keputusan untuk kebijakan agar tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Mubar, Sekaligus ketua TPID Mubar, LM Husein Tali, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus memantau harga 10 bahan makanan pokok, memastikan pasokan BBM Subsidi di masyarakat terpenuhi dan menjaga jangan sampai terjadi hal yang luar biasa akibat kenaikan harga BBM.

“Antisipasinya, kalau BBM langkah maka harga bahan pokok itu akan naik. Karena bahan makanan pokok kita itu tersedia dari luar daerah,” terangnya.

Husein Tali juga mengaku dari 10 bahan makanan pokok di Mubar masih terkendali. Hanya kata dia, secara nasional yang menyumbang inflasi adalah cabe dan bawang merah, namun budaya masyarakat Mubar bukan komsumtif cabe dan bawang.

“Jadi beda daerah kita dan daerah lain. Yang kita jaga itu langkah bahan bakar, makanya distribusi itu kita jaga, jangan sampai kita punya stok dijual keluar atau dimanfaatkan untuk kebutuhan industri,” tegasnya.

Iklan oleh Google

Kata dia, Kelangkaan BBM itu terjadi jika pasokan BBM dibatasi oleh deputi sehingga penyaluran di SPBU berkurang. Olehnya itu pihaknya mendorong melalui Gubernur Sultra agar di SPBU itu tidak terjadi kelangkaan stok.

“Itu yang kita minta, karena itu bukan kewenangan kita. Kewenangan kita adalah bagaimana mengawasi penyaluran BBM tepat sasaran,” tuturnya.

Meski demikian, Ketua TPID Mubar ini mengaku bahwa stok BBM subsidi di Mubar masih terjaga. Hanya kata dia, Pemda Mubar melakukan langkah-langkah sebagai bentuk antisipasi untuk menghindari jangan sampai ada kelangkaan.

“Masih posisi aman, hanya kehati-hatian perlu ada,” ujarnya.

Selanjutnya Husein Tali juga menyampaikan, dalam pengendalian inflasi daerah pihaknya akan menggunakan dua strategi, yakni strategi jangka pendek dan jangka panjang. Khusus untuk jangka pendek Ketua TPID Mubar ini telah memerintahkan kepada seluruh jajaran khususnya Dinas Ketahanan Pangan Mubar untuk bekerja sama dengan Bulog untuk melakukan survei di tiga wilayah besar untuk penempatan pembangunan gudang dolog.

“Jadi dolog nanti kita hadirkan di sini. Kalau langkah ini berhasil maka ini akan menekan harga, karena beras yang dari luar itu tidak lagi singgah di Bulog Raha tapi langsung di sini,” ujarnya.

Selain itu, Pemda Mubar juga akan membangun 10 gudang untuk penampungan jagung di tiga wilayah besar. Langkah-langkah ini juga dilakukan dalam rangka menjaga ketahanan pangan di wilayah Mubar.

“Selama ini kan jagung kita di Mubar tidak terkumpul dan langsung diambil sama pembeli. Maka dengan itu kita manfaatkan untuk ketahanan pangan kita,” katanya.

Demikian untuk jangka panjang, pihaknya telah melakukan langkah-langkah dengan memberikan bantuan bibit, modernisasi pertanian, penyuluhan pertanian untuk meningkatkan hasil produksi pangan lokal. Selanjutnya mengintruksikan masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan atau lahan kosong untuk menanam umbi-umbian, cabe dan lainnya.

“Di anggaran perubahan ini penjabat bupati sudah mengalokasikan anggaran untuk bantuan bibit, dan beberapa bantuan lainnya dalam hal pengendalian inflasi daerah,” tukasnya. (re/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi