Take a fresh look at your lifestyle.
     

Jurnalis di Kendari Alami Kekerasan Oknum Satpol PP dan Polisi di Rujab Gubernur

120

Salah satu jurnalis di Kota Kendari La Ode Muhammad Deden Saputra menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan oknum polisi di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara, Kamis 10 Februari 2022.

Awalnya, jurnalis JPNN ini bersama rekannya meliput aksi demonstrasi yang digelar sejumlah massa di Rumah Jabatan Gubernur Sultra.

Namun, suasana memanas saat massa membakar ban bekas. Beberapa Satpol PP dan aparat kepolisian mencoba merebut ban bekas tersebut yang memicu kericuhan dengan massa aksi.

Saat itu pula sejumlah jurnalis termasuk Deden mengabadikan momen tersebut.

“Seorang oknum Satpol PP bernama La Ode Boner mendadak memukul tangan saya, membuat smartphone yang saya gunakan untuk meliput peristiwa bentrok terlepas dari genggaman, jatuh ke aspal. Dia keberatan melihat saya fokus meliput rekannya seorang anggota Pol PP yang mengamuk di tengah kerumunan massa,” kata Deden dalam keterangannya.

Karena tindakan kekerasan itu, lanjut Deden, jurnalis lainnya spontan berusaha melindungi dirinya dengan berteriak tentang identitasnya.

Iklan oleh Google

“Wartawan itu…wartawan itu,” kata Deden menirukan ucapan rekannya.

Selain berteriak, beberapa jurnalis juga berusaha melerai, mencegah kekerasan berlanjut. Seketika oknum Satpol PP tersebut mundur menjauhi kericuhan, setelah mengetahui dirinya adalah jurnalis.

“Tidak jauh dari saya, beberapa rekan jurnalis lain berusaha melerai empat polisi yang emosi berdatangan berusaha menganiaya saya sambil mengeluarkan nada gertakan,” ujarnya.

Ia mengaku, dua di antara empat polisi itu diketahui identitasnya sebagaimana yang terdokumentasi dalam rekaman video jurnalis lain. Sementara dua lainya tidak diketahui.

“Dari tindak kekerasan ini, alat peliputan saya berupa smartphone rusak dan kacamata saya pecah. Sementara kondisi psikis saya masih shock berat,” tuturnya.

Peristiwa kekerasan yang dialami jurnalis ini cukup ironis. Sebab, kekerasan terjadi sehari setelah diselenggarakannya Hari Pers Nasional (HPN) yang dipusatkan di Kota Kendari, 9 Februari 2022. (re/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi