Take a fresh look at your lifestyle.
     

Enam Tempat Wisata di Pulau Muna yang Direkomendasikan Pj Gubernur

5,096

Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara Andap Budhi Revianto tengah mempromosikan sejumlah spot wisata andalan Sulawesi Tenggara. Salah satunya, sederet spot keren yang bisa dikunjungi saat menghabiskan liburan tahun baru di Pulau Muna.

Andap mengajak wisatawan menjadikan sederet lokasi wisata bersejarah di Muna sebagai pilihan liburan tahun baru. Selain memiliki keistimewaan dari sisi panorama, lokasi wisata ini juga memiliki sejarah lampau yang tak kalah uniknya dengan daerah lain di Indonesia.

Andap mengajak wisatawan agar tidak menghabiskan waktu dan persiapan tahun baru untuk menuju lokasi wisata yang jaraknya jauh dari rumah. Sebab, di Sulawesi Tenggara, terdapat banyak spot yang memberikan kenyamanan dan panorama tak kalah uniknya dengan lokasi lain di Indonesia.

Keenam lokasi wisata ini yakni, Danau Napabale, Karst Masalili, Danau Moko, Pasir Timbul Maginti, Gua Liangkabori dan Selat Tiworo Muna Barat.

Berikut keistimewaan 6 lokasi wisata andalan di Pulau Muna:

Danau Napabale

Jarak Napabale dari Pelabuhan Nusantara Raha Kabupaten Muna, dapat ditempuh selama 30 menit dengan kendaraan roda empat atau roda dua. Menuju ke wisata Pantai Napabale, wisatawan sudah bisa melalui rute jalan beraspal mulus hingga mencapai gerbang masuk pantai yang berada di Desa Waara Kecamatan Loghia.

Ada tiga spot utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Napabale. Ketiganya yakni, Laguna, Pantai dan Puncak Napabale. Ketiganya menawarkan keindahan berbeda dengan berbagai spot foto menarik yang instagramable.

Menariknya, untuk menikmati keindahan Pantai Napabale, wisatawan harus naik perahu untuk melewati gua berbentuk terowongan kecil sepanjang 40 meter lebih.

Spot lainnya, puncak Napabale menawarkan keindahan puncak dan pemandangan landscape menakjubkan di sepanjang selat Muna-Buton. Jika ingin berswafoto, sangat disarankan untuk mengajak fotografer atau drone pilot saat berpose di puncak Napabale.
Dahulu, Laguna Napabale merupakan tempat menyembunyikan perahu nelayan.

Puncak Karst Masalili

Puncak Masalili berada di Desa Masalili Kecamatan Kontunaga. Lokasinya berada di atas bukit karst, di dekat kolam renang Masalili. Berjarak 20 menit perjalanan dari ibu kota kabupaten, kawasan ini merupakan gugusan bukit karst (kapur) yang menjulang hingga 30 meter.

Ada belasan bukit kapur yang berdiri kokoh di antara perkebunan para petani di wilayah itu. Sekilas, lokasi ini mirip miniatur gugusan bukit karst yang terkenal di Guilin, China. Jika udara cerah, lokasi ini cocok dijadikan sebagai arena wall climbing oleh penyuka tantangan.

Tekstur bukit yang dipenuhi bebatuan, memancing adrenalin para pemanjat untuk mencapai puncaknya. Di atas puncak, wisatawan akan disuguhkan pemandangan berlatar belakang lebatnya hutan Masalili.

Pada pagi dan sore hari, lokasi ini cocok dijadikan spot foto menarik. Ada dua puncak utama di sana, saat ini sudah dibuat jembatan gantung. Dari dua puncak yang berjarak 40 meter lebih, pengunjung ditantang untuk menyeberangi dua bukit setinggi hampir 40 meter hanya dengan menapaki jembatan yang terbuat dari kayu.

Gua Liangkabori

Iklan oleh Google

Gua Liangkabori, bisa ditempuh sekitar 30 menit dari Pelabuhan Nusantara Raha. Dalam bahasa Muna, Liang memiliki arti gua atau terowongan, sedangkan dan Kabori berarti tulisan. Sehingga, Liangkabori memiliki arti gua bertulis atau bergambar.

Gua Liangkabori, memiliki banyak lukisan purba. Penelitian menemukan, lukisan dan tulisan di gua ini, usianya lebih tua dari Gua Leang-leang di Sulawesi Selatan. Peneliti juga menemukan, layang-layang di Muna, lebih tua ribuan tahun usianya dibandingkan sejarah penemuan budaya menerbangkan layang-layang pertama kali yang pernah diklaim ditemukan di daratan China. Gua Liangkabori terletak di Desa Liangkabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna.

Pemandu Gua Liangkabori, Samada, mengatakan, di dalam gua ini terdapat lukisan manusia, perahu, matahari, kuda, rusa, babi hutan, anjing, kalajengking, ular, lipan, dan layang-layang. Kawasan Liangkabori, seluas kurang lebih satu hektare. Di dalamnya terdapat terowongan masuk sepanjang 80 meter serta tempat pengambilan air.

Selat Tiworo

Selat Tiworo Desa Maginti, berada di Muna Barat. Wilayah ini, memiliki pemandangan berupa view yang menakjubkan saat matahari terbenam dan terbit.

Selat Tiworo, bisa ditempuh dari Kota Kendari atau Pelabuhan Raha. Dari Kota Kendari, wisatawan bisa menuju ke Pelabuhan Ferry Torobulu Konawe Selatan, selanjutnya menumpangi speedboat menuju spot wisata Selat Tiworo. Sedangkan dari pelabuhan Raha, wisatawan bisa menumpangi kendaraan roda empat atau roda dua dengan memakan waktu sekitar 1 jam.

Di Muna Barat, wisatawan bisa menginap di beberapa hotel atau rumah singgah. Meskipun Muna Barat belum memiliki banyak lokasi perhotelan, namun lokasi menginap yang tersedia bagi wisatawan cukup nyaman untuk dihuni saat memutuskan liburan sendiri atau bersama keluarga.

Danau Moko

Destinasi wisata yang satu ini terletak di Desa Walengkabola, Kecamatan Tangkuno, Kabupaten Muna. Telaga Biru Moko lebih sering masyarakat sekitar menyebutnya Danau Penyu memiliki pemandangan yang sangat eksotis.

Karena air Telaga Biru Moko ini terkenal sangat jernih sehingga pengunjung dapat melihat secara langsung dasar yang ada di pinggiran telaga.

Bagi wisatawan yang baru datang ke tempat destinasi ini sering menilai jika Telaga Biru Moko terlihat dangkal. Namun jangan salah, Telaga Biru Moko memiliki kedalaman 12 meter sampai ke dasarnya.

Oleh karena itu, bagi Anda yang baru mengunjungi Telaga Biru Moko diharapkan berhati-hati. Namun bagi Anda yang gemar berenang serta menyusuri indahnya bawah air, Telaga Biru Moko ini akan memberikan sensasi yang berbeda.

Pasir Timbul Maginti

Pasir Timbul berada di Pulau Bungintaburi. Spot wisata ini, terdiri dari gundukan pasir putih. Secara administratif, berada wilayah Desa Bangko Kecamatan Maginti Kabupaten Muna Barat.

Keunikannya, pulau ini memiliki pantai yang bisa berpindah tempat. Pada musim angin barat, akhir Desember hingga Juli, gundukan pasir akan berpindah ke arah timur. Sedangkan, pada musim angin timur atau sekitar Agustus hingga November, gundukan pasir berpindah kembali ke arah barat.

Bungin Taburi diadopsi dari bahasa suku Bajo yang mendiami pulau-pulau sekitarnya. Bungin oleh mereka adalah pasir yang menjadi daratan, semacam pasir timbul. Sedangkan Taburi adalah sebuah keong besar yang biasa ditemukan di daerah laut berpasir. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi