Take a fresh look at your lifestyle.
     

Dugaan Korupsi Pengerjaan Jalan di Koltim, Polda Sultra Tetapkan Lima Tersangka

72

Subdit III Tipidkor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan lima tersangka kasus dugaan korupsi pengerjaan peningkatan jalan atau pengaspalan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) tahun anggaran 2021.

Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sultra, Kompol Gede Pranata Wiguna mengatakan, penetapan kelima tersangka berkaitan dengan tiga paket pekerjaan peningkatan ruas jalan Desa Penaggo Jaya-Lere Jaya, Kecamatan Lambandia.

Kemudian, pengerjaan ruas jalan Desa Gunung Jaya, Kecamatan Dangia serta ruas jalan Kelurahan Polipolia, Kecamatan Polipolia, yang ditemukan tidak sesuai dengan volume pekerjaan berdasarkan ketentuan.

“Jadi total tersangka yang kami sudah tetapkan dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tiga paket pengerjaan peningkatan jalan di Koltim, sebanyak lima orang,” katanya, Jumat 4 November 2023.

Ia menejelaskan, paket pertama pada pekerjaan peningkatan jalan ruas Penanggo Jaya-Lere Jaya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021, dengan anggaran Rp8 miliar. Dengan kerugian negara mencapai Rp3,8 miliar.

“Di paket pertama menetapkan tiga tersangka, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Koltim, inisial JR, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PU Koltim AS dan pelaksana kegiatan atau pihak ketiga, HAS,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pada paket pekerjaan lanjutan ruas jalan Penaggo Jaya-Lere Jaya dengan anggaran Rp4 miliar lewat Dana Alokasi Umum (DAU) 2021, pihaknya menetapkan tiga tersangka, yakni, PPK Dinas PU Koltim JR, PPTK Dinas PU Koltim AS serta pelaksana pekerjaan inisial MS.

Iklan oleh Google

“Jadi dalam pekerjaan tersebut dari hasil perhitungan, kerugian negara mencapai 1,4 miliar,” ujarnya.

Ketiga, paket pengerjaan peningkatan ruas jalan Gunung Jaya-Poliapoli menggunakan DAU 2021 dengan nilai anggaran Rp4 miliar.

“Adapun tersangka yang ditetapkan, PPK Dinas PU Koltim JR, PPTK Dinas PU Koltim AS dan pelaksana pengerjaan JF. Berdasarkan hasil audit didapatkan kerugian negara sebesar Rp431 juta,” ungkapnya.

Sehingga akibat dari pekerjaan tiga proyek tersebut, dari hasil audit inspektorat dan BPKP, negara mengalami kerugian Rp5,7 miliar.

Saat ini Polda Sultra sudah melimpahkan berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra untuk diteliti.

Akibat perbuatan ke lima tersangka, disangkakan Pasal 2 dan 3, junto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Junto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Para tersangka diancam hukuman minimal 4 tahun penjara dan maskimal 20 tahun penjara, serta denda minimal Rp200 juta, maksimal Rp1 miliar. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi