DPRD Kendari Keberatan Tak Diberitahu Pengadaan Alkes Rumah Sakit Tipe D
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mempertanyakan pengadaan alat kesehatan (Alkes) untuk rumah sakit umum daerah (RSUD) tipe D.
Pembangunan rumah sakit tipe D yang menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebanyak Rp146 miliar itu belum lama dilaksanakan peletakan batu pertama. Namun alkesnya sudah lama diadakan oleh Pemerintah Kota Kendari.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi III DPRD Kota, LM Rajab Jinik saat ditemui di kantor DPRD Kota Kendari, Selasa 26 Juli 2022.
Politikus Golkar ini mengatakan, pihaknya sama sekali tidak mengetahui pengadaan alat kesehatan rumah sakit tipe D.
Untuk itu, dewan akan memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota untuk mempertanyakan hal itu.
“Kita akan panggil. Dalam waktu dekat ini kita akan panggil, kebetulan Dinkes ini merupakan mitra kerja Komisi III DPRD,” jelasnya.
Iklan oleh Google
Rajab Jinik mengaku dewan tidak mengetahui pengadaan alkes yang menggunakan dana PEN. Harusnya proses pengadaannya disampaikan di DPRD seperti penggunaannya, karena dana PEN itu include dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
“Mau anggarannya kecil atau anggaran besar harus ada pemberitahuan di DPRD. Jadi apapun anggaran yang masuk di Pemkot DPRD harus tahu,” ujarnya.
Rajab Jinik mengaku, tidak diketahuinya pengadaan ini menjadi tanda tanya besar, karena lebih mendahulukan pengadaan alkesnya dari pada bangunannya.
Sejauh ini, kata dia, setelah peletakan batu pertama sampai hari ini belum dilanjutkan pembangunan rumah sakit tersebut.
“Ini aneh. Pembangunan rumah sakit belum dilanjutkan setelah peletakan batu pertama, tapi alkesnya lebih dulu diadakan,” ujarnya.
Sebagai mitra Komisi III, kata Rajab, DPRD yang mempunyai tugas pengawasan untuk melakukan rapat kerja dengan dinas kesehatan dalam hal supervisi penggunaan anggaran tersebut sehingga akan terbuka semua.
“Nanti kita lihat, pada dasarnya kami di DPRD sampai saat ini tidak mengetahui dan tidak ada pemberitahuan pengadaan alkes itu,” tutupnya. (re/yat)