Take a fresh look at your lifestyle.
     

DPD KNPI Sultra Gelar Dialog Kepemudaan, Hadirkan Tokoh Nasional

154

Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar dialog kepemudaan dengan tema “Pemuda Indonesia, kiprah dan tantangannya di aras bangsa”, di Hotel Claro Kendari, Minggu 13 Maret 2022.

Dalam dialog ini turut menghadirkan pemateri dan tokoh Nasional. Di antaranya, Ketua BKPRMI 2006-2009 sekaligus Staf Ahli Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin melalui virtual zoom.

Kemudian, ada Ahmad Doli Kurnia Tandjung yang juga Ketua Komisi II DPR RI. Lalu, Ketua DPD KNPI Sultra periode 2009-2012 Muh Endang SA, Sahrun Gaus (Ketua DPD KNPI Sultra 2001-2004), Zuumi Kudus (Ketua DPD KNPI Sultra 2007-2012.

Turut hadir BEM UMK, ketua BEM IAIN, ketua-ketua BEM fakultas se UHO serta para lembaga-lembaga eksternal, HMI, PMII, GMNI, PMI, IMM termasuk para anggota KNPI Sultra.

Iklan oleh Google

Ketua Umum KNPI Sultra Muhamad Amsar mengatakan dialog ini merupakan ciri khas pemuda yang identik menulis membaca dan berdiskusi.

“Ini adalah salah satu upaya saya sebagai ketua untuk membalikan ciri khas itu, jadi kita harus tarung gagasan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ke depannya akan mengadakan dialog-dialog selanjutnya seperti kepemiluan dan pemekaran serta mengenai pembangunan nasional.

“Kita dorong itu dari staf Kepresidenan Bung Ali Mochtar Ngabalin, Ahmad Doli Kurnia Tandjung mantan ketua umum KNPI, jadi mengenai kepemiluan, pemekaran itu nanti yang akan kita dorong agar pemuda terlibat langsung mendiskusikan dan memikirkan mengenai hal-hal positif untuk bagaimana bersinergi untuk menjadi bagian dari pembangunan nasional,” tuturnya. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
       
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi