Take a fresh look at your lifestyle.
   

Dosen UHO Kendari Kenalkan Sistem Pertanian-Peternakan Berkelanjutan

31

Dosen Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari memperkenalkan sistem tani berkelanjutan atau sistem LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture) pada masyarakat Desa Opaasi Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dari tim dosen UHO Kendari yang terdiri dari Dr. Nur Santy Asminaya, S.Pt., M.Si (Fakultas Peternakan UHO-Pascasarjana UHO), Dr. Ir. Ali Bain, M.Si (Fakultas Peternakan (FPt) UHO-Dekan FPt UHO), Dr. H. La Aba, S.P., M.Si (Fakultas MIPA UHO-Ketua LPPM UHO), Dr. Nur Arafah, S.P., M.Si (Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan UHO-Warek III UHO) dan Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si (Fakultas Peternakan UHO-Direktur Pascasarjana UHO).

Kegiatan ini dilaksanakan pada 8 Oktober 2023 dan dihadiri oleh Kepala Desa Opaasi, Muslan, dan 20 orang masyarakat Desa Opaasi serta melibatkan 3 orang mahasiswa S2 UHO dan 5 orang mahasiswa MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) UHO.

Dalam sambutannya, ketua panitia kegiatan Dr. Nur Santy Asminaya, S.Pt., M.Si mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak tentang penerapan LEISA sebagai bentuk integrasi peternakan dengan pertanian yang berkelanjutan.

LEISA merupakan pola pemanfaatan sumberdaya alam secara optimal dengan penggunaan input internal maksimal dan input eksternal minimum sehingga usaha tani menjadi berkelanjutan. LEISA menitikberatkan pada pola usaha tani ternak zero waste.

“Kegiatan ini terdiri dari 3 rangkaian kegiatan yaitu: sosialisasi penerapan LEISA pada usaha peternakan terintegrasi pertanian. Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak dan ketiga pembuatan pupuk organik untuk lahan pertanian,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua LPPM UHO Dr. H. La Aba, S.P., M.Si, menyatakan, kegiatan ini merupakan salah satu implementasi pelaksanaan kegiatan tridharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat dan penerapan program MBKM.

Iklan oleh Google

“Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh manfaat yang besar terutama dalam penerapan LEISA atau zero waste pada usaha peternakan maupun pertaniannya,” tuturnya.

Pelatihan sistem pertanian dan peternakan berkelanjutan yang dilakukan tim dosen UHO Kendari. (Istimewa)

 

Pelaksanaan kegiatan ini disambut baik oleh Kepala Desa Opaasi, perangkat desa dan masyarakat setempat. Harapannya kegiatan ini dapat menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam penyediaan pakan ternak dari limbah pertanian terutama pada musim kemarau dan penyediaan pupuk organik dari limbah peternakan untuk tanaman pertanian, hortikultura maupun tanaman hias.

Rangkaian kegiatan ini diikuti secara antusias oleh masyarakat Desa Opaasi. Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat menyimak penjelasan dan memperhatikan secara saksama demonstrasi pengolahan sisa hasil ikutan tanaman pertanian maupun sampah organik pasar (sayuran dan buah yang tidak dapat dikonsumsi lagi) sebagai alternatif pakan ternak serta pengolahan limbah peternakan sebagai pupuk organik.

Demonstrasi pembuatan pakan ternak dan pupuk organik ini diselingi dengan tanya jawab interaktif antara tim pelaksana kegiatan dengan masyarakat setempat. Pembuatan pakan ternak dilakukan dengan memanfaatkan sisa hasil ikutan tanaman padi (jerami padi) dan sampah organik pasar (sayuran sawi putih dan kol) sebagai pakan ternak dalam bentuk jerami amoniasi dan silase sampah sayuran.

Produk jerami amoniasi maupun silase sampah sayuran difermentasi selama 21 hari sebelum digunakan sebagai pakan ternak ruminansia (sapi) dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama sebelum teroksidasi. Pembuatan pupuk organik dilakukan dengan memanfaatkan limbah peternakan berupa feses dan sisa hasil ikutan pertanian (sekam padi) yang kemudian difermentasi selama 14 hari sebelum digunakan.

Di akhir kegiatan, ketua tim pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa LEISA merupakan suatu proses daur ulang yang berkelanjutan dimana ternak memanfaatkan jerami dan sampah sayuran pasar sebagai pakan sapi kemudian sapi mengeluarkan feses (sisa hasil metabolisme) yang digunakan sebagai pupuk organik pada lahan pertanian. (yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
       
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi