Take a fresh look at your lifestyle.

Banjir Rendam Jalan Trans Sulawesi di Konawe Utara, Arus Lalulintas Lumpuh

109

Banjir dengan ketinggian 70 cm hingga satu meter kembali melumpuhkan akses Jalan Lintas Provinsi di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara pada Sabtu, 22 Maret 2025.

Genangan air yang merendam ruas jalan ini telah berlangsung sejak Jumat, 21 Maret 2025, membuat para pengendara terpaksa mencari cara alternatif untuk melintas.

Musibah banjir ini bukanlah hal baru bagi warga setempat. Setiap musim hujan tiba, khususnya saat curah hujan tinggi dalam beberapa hari berturut-turut, jalan ini hampir selalu terendam. Hal ini disebabkan meluapnya sungai lalindu di Konawe Utara.

Kondisi ini menyebabkan kendaraan tidak bisa melintas, sehingga warga dan pengendara harus menggunakan rakit darurat atau pincara, serta jasa penarikan menggunakan alat berat Jonder.

Arie, salah satu pengendara yang hendak melintas, mengungkapkan bahwa banjir sudah merendam jalan sejak kemarin.

Iklan oleh Google

“Putus ini dari kemarin, jadi memang mobil kita harus ditarik pakai Jonder supaya bisa sampai di ujung,” ujarnya.

Banjir ini tidak hanya menghambat perjalanan warga lokal tetapi juga berdampak pada jalur transportasi antara Konawe Utara dan beberapa daerah di Sulawesi Tengah.

Para pemilik kendaraan yang hendak menyeberang terpaksa merogoh kocek lebih dalam. Tarif jasa pincara untuk sepeda motor dipatok Rp 20 ribu, sementara mobil harus membayar Rp 150 ribu untuk bantuan penarikan dengan Jonder.

“Kita mau ke Morowali, harus bayar ratusan ribu untuk jasa itu, begitu pula sebaliknya kalau dari Morowali ke Kendari harus ditarik atau naik pincara juga,” kata seorang pengendara lainnya.

Meskipun harus mengeluarkan biaya tambahan, para pengendara tetap rela antre, bahkan sebagian sudah menunggu sejak pagi agar kendaraan mereka bisa terangkut dan menyebrang.
Banjir di lokasi ini bukan kali pertama terjadi. Pada pertengahan 2024, wilayah yang sama juga dilanda banjir besar yang membuat sejumlah kendaraan terjebak dan tenggelam. Hal itu juga disebabkan meluapnya sungai lalindu.

Warga dan pengguna jalan kini hanya bisa berharap agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata untuk menangani persoalan ini. Mengingat lokasi ini merupakan jalur utama yang vital bagi mobilitas masyarakat, solusi jangka panjang sangat dibutuhkan agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan tiba. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi