Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Tongkang Tanpa Penerang Bahayakan Pelayaran di Perairan Cempedak Sultra

174

Keberadaan kapal tongkang tanpa penerang yang beroperasi di sekitar perairan Pulau Cempedak Kabupaten Konawe Selatan membahayakan pelayaran, khususnya kapal malam yang melayani rute Raha-Kendari dan sebaliknya.

Pada Selasa dini hari 27 Desember 2022, kapal malam UKI Raya 23 tujuan Raha ke Kendari menabrak sebuah kapal tongkang tanpa penerangan di perairan Cempedak Kabupaten Konawe Selatan.

Peristiwa tersebut membuat para penumpang panik. Beruntung, kapal yang memuat ratusan penumpang tersebut selamat hingga sandar di Pelabuhan Kendari.

Perairan Pulau Cempedak merupakan salah satu jalur yang ramai kapal tongkang. Selain adanya perusahaan tambang nikel di wilayah itu, perairan ini juga merupakan jalur tongkang yang memuat ore nikel dari Kabupaten Konawe Selatan, Bombana serta daerah lain menuju pusat pemurnian nikel di Morosi Kabupaten Konawe.

Nahkoda Kapal UKI Raya 23, Munir Salam mengatakan, kejadian tabrakan dengan kapal tongkang tersebut sekitar pukul 01.45 WITa.

Menurutnya, tongkang tersebut awalnya tidak kelihatan dari jauh. Nanti setelah dekat, dirinya baru melihat tongkang tersebut. Ia pun secara mendadak menarik rem kapal namun tumbukan tidak dapat terhindarkan.

Sejumlah kapal tongkang berlayar di Perairan Pulau Cempedak Konawe Selatan. (Ahmad Odhe/nawalamedia.id)

“Kerusakan tidak terlalu besar. Penumpang panik karena benturan. Saya perintahkan koordinator juru mudi untuk memeriksa,” kata Munir saat ditemui di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari.

Iklan oleh Google

“Kerusakan di lambung kanan kapal. Alhamdulillah sampai tujuan dengan selamat. Tidak ada korban meninggal dunia,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi (Kasi) Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli (KBPP) KSOP Kendari Heri Erwianto menuturkan, pihaknya tengah mengidentifikasi kapal tongkang tersebut.

Sesuai regulasi, kata Heri, pihaknya memanggali nahkoda kapal untuk meminta laporan kejadian.

“Kami sudah membuat laporan berita acara kejadian awal terkait tubrukan kapal tersebut. Tongkang sampai sekarang kita cari informasi dengan koordinasi ke UPT-UPT terdekat di wilayah Sultra,” ujar Heri.

Ia melanjutkan, penyebab kejadian tubrukan tersebut dikarenakan lampu tongkang tersebut tidak menyala.

“Berdasarkan laporan kejadian tugboat tongkang tidak menyalakan lampu ice, tugboat tongkang tidak ada lampu jalan serta penerangan alat navigasi kurang lengkap,” ungkapnya.

Ia menuturkan, terkait dengan kepemilikan tongkang tersebut pihaknya masih menyelidikinya.

“Segera kita tindak lanjuti, tugboat tongkang tersebut masih kita cari tahu dari mana,” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi