Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Pemda Mubar Siapkan 700 Hektare Lahan Cetak Sawah Baru

47

Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat (Mubar) telah menyiapkan lahan seluas 700 hektare untuk dijadikan percetakan sawah baru.

Lahan tersebut tersebar di beberapa desa yakni, Desa Lakalamba 100 hektare, Desa Kampani 100 hektare, Desa Lakanaha 100 hektare, Desa Lawada 200 hektare, Kasimpa Jaya 100 hektare dan Desa Baraka 100 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Dan Peternakan Mubar, Nestor Jono mengatakan, percetakan sawah baru ini sebagai upaya menindaklanjuti perintah presiden dalam rangka mengantisipasi krisis pangan dunia akibat perang dunia Rusia dan Ukraina.

“Ini perintah Presiden kepada Pj Bupati Mubar, melalui Kemendagri, agar kita membangun lumbung pangan baru, untuk mengantisipasi krisis pangan dunia akibat perang dunia antara Rusia dan Ukraina,” jelasnya.

Nestor mengaku, percetakan sawah baru ini akan dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan skala prioritas dan kondisi keuangan daerah.

“Secara bertahap, saya lihat kecenderungan pak Pj Bupati tahun ini di Desa Lakalamba, dia sudah siapkan anggarannya untuk APBD Perubahan namun saya ingatkan agar kita tunggu hasil pertemuan kepala desa dan masyarakat sekaligis menunggu data Calon Petani Calon Lahan (CPCL) dan berita acara perjanjian untuk mengantisipasi pengalihfungsian lahan ke depan,” terangnya.

Hasil pertemuan itulah, kata dia, yang akan menentukan program ini jadi atau tidak. Pihaknya juga mau melihat kesungguhan petani, jangan hanya sebatas ingin mendapatkan proyek.

Iklan oleh Google

“Kalau bicara anggaran, pak bupati sudah menyiapkan itu tapi jangan sampai sudah dikucurkan anggaran padahal tidak lama dialihfungsikan lagi,” tuturnya.

Nestor juga menyadari bahwa percetakan sawah baru ini membutuhkan anggaran yang besar sehingga tidak mungkin semua di akomodir oleh APBD Mubar. Olehnya itu pihaknya telah menyiapkan beberapa strategi untuk mewujudkan tercapainya program.

Metode pertama adalah, 400 hektare lahan percetakan sawah baru, di Kampani, Lakanaha dan Lawada akan diusulkan di kementrian dan provinsi.

“Sebanyak 40O hektare ini, dokumennya sudah lengkap. Kita gandeng, Kementrian dan provinsi. Kalau ini di Amini maka tahun 2023 sudah bisa dilakukan percetakan sawah baru,” katanya.

Sementara, untuk 200 hektare yang ada di Kasimpa Jaya dan Baraka menunggu kepastian yang 400 hektar ini. Jika kementrian dan provinsi mengabulkan permintaan Pemda Mubar, maka percetakan sawah Desa Kasimpa Jaya dan Desa Baraka akan dianggarkan melalui APBD Mubar.

“Kondisi terburuk Kalau Lawada, Kampani, Lakanaha tidak diakomodir oleh provinsi atau kementrian maka otomatis dianggarkan di APBD 2023, dan Desa Baraka, Kasimpa Jaya harus bersabar dulu, karena tidak semua usulan diakomodir. Tergantung kesiapan anggaran,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jono juga mengungkapkan, percetakan sawah baru ini fokus di dua kecamatan yakni Kecamatan Wadaga dan Kecamatan Sawerigadi. Untuk Kecamatan Wadaga ada desa Lakanaha dan Kampani, dan Kecamatan Sawerigadi Lakalamba dan Lawada.

“Bupati juga ingin ada keseimbangan pada pembangunan khususnya bidang pertanian. Selama ini sentrum pertanian sawah terletak di bagian Tiworo, saat ini bupati fokus di Lawada, Lakalamba, Kampani dan Lakanaha karena potensi dan sumber daya alam juga sama,” pungkasnya. (Pialo/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi