Naskah sejarah terbentuknya Kabupaten Muna Barat (Mubar) bakal dibacakan pada saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Mubar ke 8 pada 23 Juli 2022 mendatang. Hal itu disampaikan salah satu tokoh pemekaran Mubar, La Ode Andi Muna.
Menurutnya, pembacaan naskah sejarah perjuangan pemekaran Mubar wajib disampaikan kepada publik, sehingga tidak menjadi perdebatan di masa yang akan datang.
“Kenapa ini dibuka, karena kita bicara soal generasi masa depan kita. Kami tidak inginkan ada perdebatan di masa mendatang, yang tidak pernah tahu menjadi tahu padahal mereka tidak pernah terlibat,” jelas Andi Muna saat di temui di ruang kerjanya Jumat 1 Juli 2022
Andi mengaku, diskusi tentang sejarah terbentuknya Mubar sangat menohok di kalangan masyarakat. Banyak masyarakat saling mengklaim dan menonjolkan diri sebagai pejuang pemekaran. Mereka selalu perdebatkan tentang peran-peran para tokoh sehingga menimbulkan argumen yang berbeda dan mengabaikan esensi pemekaran itu sendiri.
“Sedangkan kita masih ada. Ini kita sudah diperdebatkan. Banyak yang membantah padahal mereka tidak pernah terlibat tapi mereka bicara seolah-olah mereka lebih paham dari kita,” katanya.
Oleh karena itu, melalui momentum HUT Mubar ke delapan tahun ini, mantan Kepala Badan Kesbangpol Mubar ini, akan mengundang secara terbuka kepada seluruh elemen, tokoh pemekaran, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan yang merasa diri sebagai bagian dari pelaku pejuang pemekaran Mubar untuk hadir bersama membedah dokumen sejarah lahirnya pemekaran Mubar.
Iklan oleh Google
“Saya akan mengundang tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan pelaku pejuang Muna Barat untuk bersama-sama hadir memberikan masukan dan koreksi demi menyempurnakan tulisan yang sudah ada,” ujarnya.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya memfinalisasi sekaligus menyatukan pandangan terkait sejarah perjuangan pemekaran Mubar. Sehingga pada saat dibacakan di HUT Mubar tidak ada tokoh atau elemen masyarakat yang merasa dirugikan atau terabaikan.
“Nanti kita uji, pasti pada saat kita bacakan itu belum tentu sempurna pasti ada kekurangan, tapi paling tidak mendekati kesempurnaan. Ketika kita sudah bacakan nanti maka orang mulai mendengar. Lewat itulah kita butuh masukan-masukan sehingga pada saat pengesahan atau pengakuannya nanti sudah bisa diakui di semua kalangan,” lanjut Andi Muna.
Andi Muna juga mengaku, naskah sejarah pemekaran Mubar sudah lama disusun. Penyusunan naskah sejarah pemekaran tersebut dilakukan berdasarkan bukti-bukti dokumen dari awal hingga mekarnya Mubar. Saat ini sudah pada tahapan finalisasi sehingga butuh koreksi dan masukan dari berbagai pihak.
“Kami berjuang berdasarkan dokumen sebagai syarat yang telah ditentukan dalam perundang-undangan. Ketika itu telah dipenuhi maka kami meminta agar itu diwujudkan,” imbuhnya.
Untuk diketahui, agenda dialog pembahasan dokumen sejarah pemekaran Mubar ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu 2 Juli 2022 di Aula Islamic Center lembaga adat, Desa Warondo Kecamatan Sawerigadi Mubar. (Pialo/yat)
