Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Dikunjungi Lurah dan Camat, Janda Tua di Kendari Berharap Bantuan Pemerintah

308

Wa Ode Maambe (50) warga RT 07 RW 05 Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai mendapatkan perhatian dari pemerintah kota (Pemkot) Kendari.

Lurah Lalodati La Baati dan Camat Puuwatu Alfian, mengunjungi rumah janda tua tersebut untuk melihat langsung kondisinya, Selasa 21 Juni 2022.

La Baati mengatakan, di wilayahnya terdapat satu rumah milik Wa Ode Maambe yang sangat memprihatinkan bahkan sudah tidak layak huni.

“Kita lihat sendiri bagaimana kondisi rumahnya, sebagian dindingnya yang terbuat dari papan sudah lapuk,” kata La Baati saat ditemui di lokasi sambil menunjuk dinding rumah Maambe.

Sebenarnya, kata La Baati rumah janda dua anak ini harus mendapatkan sentuhan dari pemerintah, karena pada dasarnya kondisinya sangat memprihatinkan.

“Saya sudah koordinasi dengan dinas perumahan rakyat dan kawasan pemukiman. Katanya besok, Rabu 22 Juni 2022 akan melakukan survei,” jelasnya.

La Baati mengaku, dirinya sudah melakukan pengusulan atau mengajukan kepada dinas terkait agar rumah Wa Ode Maambe direhab ataupun semacamnya.

“Saya usulkan dan saya ajukan dua minggu lalu, sehingga diperintahkan untuk mengumpulkan dokumen berkasnya dan sudah disetorkan. Namun, dinas itu belum turun,” ujarnya.

Wa Ode Maambe ini, kata dia, menerima bantuan lain, seperti Program Keluarga Harapan (PKH). Namun, hal itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hari-hari dan biaya sekolah anaknya.

“Saya juga sudah melakukan komunikasi dengan RT dan RW setempat untuk meringankan beban Wa Ode Maambe,” katanya.

La Baati mengungkapkan, bahwa dirinya menjabat sebagai Lurah sejak tahun 2020 lalu, warga Kelurahan Lalodati belum menerima bantuan rehab rumah.

Iklan oleh Google

“Baru dari pihak Kodim Kendari yang memberikan bantuan rumah 3 unit,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Puuwatu Alfian mengatakan, dilihat secara fisik memang kondisi rumah Maambe sangat memprihatinkan dan kondisinya rusak. Sudah termasuk rumah tidak layak huni.

“Harapannya dilakukan rehab rumah secepatnya, karena kami sudah koordinasi dengan dinas perumahan dan kawasan pemukiman,” ungkapnya.

Menurut dia, rumah Maambe harus jadi prioritas untuk diperbaiki pemerintah.

“Misalnya yang mendapat bantuan satu sampai sepuluh, maka Maambe nomor satu,” ucapnya.

Terkait bantuan biaya sekolah anaknya, Alfian menekankan kepada lurah agar dibuatkan surat keterangan tidak mampu, kemudiaan akan dikoordinasikan dengan dinas pendidikan.

“Nanti kita melapor di dinas provinsi, nanti dibantu dengan Pusat Kesejahteraan Sosial (Pukesos) di Kelurahan Lalodati,” jelasnya.

Wa Ode Maambe pasrah dengan kondisi rumahnya. Tapi ia berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah terkait rehab rumah dan biaya sekolah anaknya.

“Memang saya bekerja sebagai karyawan pabrik roti. Diupah Rp50 ribu perhari. Namun biasa kita kerja hanya setengah hari, sehingga digaji hanya Rp25 ribu,” kata Wa Ode Maambe.

Wa Ode Maambe mengaku, sudah satu minggu terakhir ini belum ada lagi panggilan oleh pihak pabrik untuk bekerja, sehingga untuk memenuhi kebutuhan hari-hari sudah setengah mati.

“Saya minta tolong kepada siapa saja, terutama pemerintah untuk memperhatikan kami, karena saya kesulitan memenuhi kebutuhan kami” tutupnya. (re/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi