Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Petani Mubar Keluhkan Bibit Jagung Tidak Sesuai Permintaan

454

Petani di Kabupaten Muna Barat (Mubar) asal Desa Kasakamu Kecamatan Kusambi, mengeluhkan bantuan bibit jagung kuning yang tidak sesuai dengan permintaan para petani.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kasakamu La Ona, di hadapan Pj Bupati Mubar, Bahri di acara silaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Kusambi, Selasa 21 Juni 2022.

Ia menyampaikan bahwa salah satu program yang dikucurkan oleh dinas pertanian adalah Mubar mampu swasembada pangan. Namun kata dia, masalahnya varietas yang diberikan oleh pemerintah tidak sesuai dengan permintaan para petani.

“Permintaan petani di Mubar adalah varietas Bisi dua namun yang datang varietas lain,” ujarnya.

La Ona juga mengaku, bahwa keluhan itu sudah sering kali disuarakan di dinas pertanian, namun kata dia, keluhan itu tidak pernah diindahkan oleh dinas terkait.

“Kita sering suarakan itu di dinas pertanian tetapi lagi-lagi bantuan yang ada selalu bukan varietas Bisi dua,” keluhnya.

Menanggapi hal itu, Penjabat Bupati Mubar, Dr Bahri, mengaku dirinya juga sudah sering mendengar masukan dari masyarakat terkait bantuan bibit jagung yang tidak sesuai permintaan.

“Ini sudah banyak masukan dari masyarakat, kemudian dari kepala desa juga. Kok apa yang diminta tidak sesuai,” ujarnya.

Untuk itu, Bahri akan memanggil kepala dinas pertanian untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat, jika kenyataannya seperti itu maka ini juga akan menjadi ukuran kinerja.

Iklan oleh Google

“Kan maunya masyarakat yang kita ikuti, kita hadir untuk memberikan pelayanan. Tapi kok nyatanya tidak sesuai ada apa ini. Jangan sampai itu itu semua orientasinya proyek,” tegasnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Mubar, Nestor Jono menjelaskan bahwa berkaitan dengan usulan petani jagung di Mubar yang tertuang dalam calon petani calon lahan (Cpcl) setiap tahun anggaran berjalan, prinsipnya dalam pengusulan benih jagung musim Tanam Asep dan Okmar benih Bisi dua tidak luput dari usulan Dinas.

Namun kendalanya adalah ketersedian menu yang ada dari pusat.

“Selalu kita usulkan tapi kementrian pertanian memberikan tidak sesuai dengan usulan kami, karena setiap tahun varietas yang turun selalu berganti,” katanya.

“Seperti Pada Tahun Anggaran (TA) 2019 varietas Bisi dua, TA 2020 bantuan benih jagung hybridax varietas Pioneer dan pada TA 2021 varietas Asia 92 dan TA ini 2022 seluas 6.000 hektare bantuan benih adalah varietas Nakula Sadewa 29,” lanjutnya.

Dalam hal itu Dinas Pertanian juga tidak menganggarkan pengadaan bibit jagung kuning melalui dana APBD karena keterbatasan anggaran.

“Kita boleh irit dari sisi anggaran bahwa kebutuhan benih untuk lahan 1 hektare membutuhkan benih sebanyak 15 kg, harga satuan untuk benih Rp85 ribu per kilo, artinya kalau kita konversi ke rupiah dalam satu hektare membutuhkan dana sebesar Rp1.275 juta, artinya kalau kita akan menanam 6.000 hektare, berarti kita harus menyiapkan dana kurang lebih Rp7.6 miliar,” jelas Nestor Jono.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan bahwa ini adalah program pemerintah pusat dalam rangka pemanfaatan lahan dan stok pangan serta peningkatan pendapatan petani.

“Jadi bantuan ini gratis bagi masyarakat. Kalau kita ikuti masyarakat satu dua orang yang punya modal berarti saya harus belakangi masyarakat yang tidak punya uang untuk beli bibit ini. Kenapa saya katakan yang punya modal karena ketika bibit itu dia tidak suka maka dia bisa beli Bisi dua, tapi apakah saya harus belakangi masyarakat saya untuk beli bibit ini?,” pungkasnya. (Pialo/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi