Banner Nawala Media
Lewati ke konten
Rabu, 23 September 2026 Menulis adalah Bekerja untuk Keabadian

Bapak dan Anak di Kolaka Timur Tangkap Buaya Berukuran 7 Meter di Sungai Ladongi

Aksi nekat dilakukan seorang bapak dan anak di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra). Karmuji (57) bersama anaknya, Ujang, nekat menangkap seekor buaya muara berukuran sekitar 7 meter di aliran Sungai Desa Ladongi Jaya, Kecamatan Ladongi, pada Senin, 21 September 2026 malam.

Kasi Humas Polres Kolaka Timur, Iptu Irfan membenarkan peristiwa penangkapan buaya raksasa tersebut oleh warga setempat.

“Awal mula ditangkapnya binatang buas jenis buaya yakni pada saat anak dari Karmuji bernama Ujang sedang berada di sungai Ladongi melihat buaya yang sedang mengapung,” ujar Irfan melalui keterangan resminya.

Melihat predator tersebut, Ujang langsung berlari mendatangi ayahnya yang tengah beraktivitas di area persawahan Desa Wunggoloko.

“Pak, ada buaya di Sungai Ladongi,” kata Irfan menirukan ucapan Ujang saat memberitahu ayahnya.

Mendengar laporan sang anak, Karmuji bergegas menuju tepi sungai. Tanpa ragu, ia sempat melempari buaya tersebut menggunakan batu hingga reptil besar itu mengamuk. Karmuji kemudian memberanikan diri turun ke aliran sungai untuk menjerat kepala buaya menggunakan tali tambang.

“Saudara Karmuji kemudian bersama anaknya menarik buaya ke pinggir sungai, selanjutnya kakinya diikat dan matanya ditutup menggunakan kain,” tutur Irfan

Sadar akan bahaya dan perlunya penanganan hukum serta evakuasi yang aman, Karmuji melapor ke piket Siaga Polsek Ladongi dan tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kolaka Timur sekitar pukul 20.00 WITA.

Menerima laporan warga, pihak kepolisian tiba di lokasi kejadian pada pukul 21.30 WITA mendampingi tim Damkar kemudian mengevakuasi buaya tersebut.

Irfan menambahkan keberadaan buaya di sungai ladongi ini bukan pertama kali terlihat. Namun sudah banyak memakan korban jiwa.

“Sungai Ladongi sendiri selama ini menjadi sumber kecemasan mendalam bagi masyarakat karena keberadaan buaya yang kerap memakan korban jiwa hingga meninggal dunia,” tambahnya. (Ahmad Odhe/yat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *