Warga Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), digegerkan oleh dua temuan mayat dengan kondisi gantung diri dalam waktu yang hampir bersamaan dan lokasi kejadian yang berdekatan, pada pada Senin, 21 September 2026.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, membenarkan peristiwa gantung diri yang melibatkan seorang perempuan dan seorang laki-laki tersebut.
“Hari ini ada dua temuan mayat gantung diri dalam waktu berdekatan dan TKP bersebelahan,” kata Welliwanto saat dikonfirmasi.
Korban pertama teridentifikasi sebagai seorang perempuan berinisial SA (30), seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari sekitar pukul 09.00 wita. Jenazah SA ditemukan di area Kelurahan Poasia di dalam sebuah kamar rumah.
Sementara itu, korban kedua adalah seorang laki-laki bernama Bima (41) yang bekerja sebagai kuli bangunan. Jenazah Bima ditemukan gantung diri di lokasi yang tak jauh dari TKP pertama, yakni di dalam kamar kos di Kelurahan Talia, Kecamatan Abeli sekitar pukul 14.45 wita. Korban ditemukan dalam kondisi telah membusuk.
Malau melanjutkan saat ini Tim Identifikasi Satreskrim Polresta Kendari telah melakukan olah TKP serta kedua jenazah selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
“Saat ini mayat korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilaksanakan visum luar dan autopsi,” ujar Welliwanto.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengumpulkan informasi serta mendalami motif di balik peristiwa gantung diri di dua lokasi berdekatan tersebut. (Ahmad Odhe/yat)


