Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

Bintara Remaja di Polda Sultra Diduga Meninggal Tidak Wajar

182

Seorang bintara remaja bernama Bripda Ilham Ramadhani yang bertugas di Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) dikabarkan meninggal dunia usai mengikuti orientasi di Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Sultra, Jumat 2 Februari 2024 lalu.

Saat itu korban divonis meninggal dunia karena mengalami DBD. Namun saat meninggal dunia di mulut dan hidung Bripda Ilham terus mengeluarkan darah yang banyak.

“Pas di rumah sakit Aliyah itu banyak darah. Sampai dikubur pun keluar darah di hidung dan di mulut,” kata ibu korban Anita saat ditemui pada Selasa 27 Februari 2024.

Farhan ayah Bripda Ilham mengatakan awalnya korban mengikuti orientasi usai mengikuti pendidikan di SPN anggotoa pada Januari lalu.

Kata dia, saat mengikuti orientasi tersebut, anaknya mendapatkan perawatan di klinik Brimob Polda Sultra selama dua hari. Namun saat itu dirinya tidak mengetahuinya.

“Informasi awal itu dirawat almarhum itu dua hari di klinik Brimob Polda Sultra namun saat itu tidak diberi tahu,” kata ayah almarhum.

Usai dirawat selama dua hari di Klinik Brimob, lanjut Farhan, Ilham kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara pada 25 Januari 2024. Saat itu ayah korban mengetahui langsung kepada almarhum melalui handphone rekannya.

Mendengar hal itu, ayah dan ibu korban kemudian langsung menuju ke rumah Sakit Bhayangkara.

Saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara, lanjutnya, ia mendapatkan informasi dari dokter bahwa almarhum terkena penyakit demam berdarah dengue.

“Masuknya itu kata dokter, posisi Hb 119, masih suspek DBD. Saya tanya, hari ke berapa masuk (divonis) DBD, katanya hari kedua,” kata Farhan.

Farham mengungkapkan di hari kedua korban dirawat di Rumah Sakit kondisi HB sudah turun ke angka 45 hingga 35. Namun saat itu pihak rumah sakit tidak memberikan catatan medis kepada pihak keluarga.

Ayah korban pun sempat menyinggung untuk memberi transfusi darah kepada anaknya. Tetapi dokter tak menggubris keinginan itu. Tiba-tiba kondisi Hb korban naik ke angka 65 hingga 99.

Namun, kata ayah almarhum, dokter menyampaikan bahwa Bripda Ilham sudah bisa keluar dari rumah sakit.

Iklan oleh Google

Sehingga saat itu, ayah korban tak terima begitu saja dan kembali mempertanyakan kondisi fisik anaknya. Sebab, kondisi korban masih lemas, dan belum benar-benar pulih. Parhan mempertanyakan, bahwa HB di bawah 100 masih berstatus DBD, tapi masih 99 malah dipulangkan.

Ia pun heran lantaran korban pertama kali mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan trombosit 119, namun sudah bisa dipulangkan dengan kondisi 99.

“Hb 100 itu masih DBD tapi kenapa dipulangkan masih 99. Dia tidak menjawab waktu itu dari mimiknya itu dia tidak menjawab. Itu fakta itu,” ujarnya.

“Saya tanya, apakah ada kemungkinan 99 akan drop lagi, katanya ada kemungkinan. Loh kenapa tidak dirawat dulu di rumah sakit?,” sambungnya.

Sementara itu, kata ibu korban Anita, usai dikeluarkan dari Rumah Sakit Bhayangkara pada 1 Februari 2024 pada pukul 21.30 WITa, almarhum kemudian dikembalikan ke klinik Brimob Polda Sultra. Hal tersebut membuat dirinya heran.

“Namun saat itu dikeluarkan kembali dibawa kembali ke klinik Brimob. Itu yang mengganjal saat ini. Itu yang saya heran, aturannya itu, ini kan polisi aktif bukan lagi siswa. Kaya tahanan pak,” kesalnya.

Ia menuturkan, saat berada di klinik Satbrimob Polda Sultra dirinya tidak lagi pernah bertemu dengan anaknya. Namun tiba-tiba dirinya mendapatkan kabar bahwa anaknya sudah dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit Aliyah 3 Kendari.

“Ini kita nda ketemu, nanti sudah meninggal baru kita tahu. Meninggal pun kita tidak tahu dimana,” katanya.

Sementara itu, salah satu kerabat korban JA mengatakan bahwa kematian almarhum Ilham Ramadhani tersebut dikarenakan DBD sebab, korban ini dirawat di klinik Brimob kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara Kendari.

“Kalau keterangan dokter yang memeriksa katanya DBD, tapi kemungkinan ada dugaan kekerasan saat mengikuti orientasi,” jelasnya.

Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Iis Kristian mengatakan bahwa bintara muda tersebut dikabarkan meninggal dunia karena DBD.

“Memang informasi terkait meninggalnya personel yang sedang orientasi itu, terkonfirmasi menderita sakit DBD,” katanya saat ditemui di Mapolda Sultra.

Namun pihaknya belum mengetahui secara pasti terkait kronologi perawatan bintara tersebut sehingga dinyatakan meninggal dunia. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi