Take a fresh look at your lifestyle.

Viral Video VCS, Caleg PDI-P Terpilih di Busel Diperiksa Dewan Kehormatan

214

Caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terpilih di Kabupaten Buton Selatan (Busel) bernama Jufri menjalani pemeriksaan di Kantor DPD PDI-P Sulawesi Tenggara pada Selasa, 4 Juni 2024.

Pemeriksaan tersebut dilakukan usai viral video VCS-nya pada beberapa waktu yang lalu di media sosial WhatsApp.

Pemeriksaan dibenarkan oleh Wakil Ketua DPD PDI-P Sulawesi Tenggara, Agus Sana’a. Ia mengatakan caleg tersebut diperiksa untuk dimintai keterangannya terkait video viral tersebut.

“Iya dipanggil tadi sudah selesai, sudah menjelaskan kronologis,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa Jufri ini merupakan korban pemerasan oleh seseorang melalui aplikasi WhatsApp. Saat itu ia diminta uang oleh pelaku dan telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Jadi Jufri ini korban pemerasan karena dia korban pemerasan maka kami meminta dia untuk melaporkan ke polisi dan sudah dilaporkan pada hari Sabtu lalu didampingi kuasa hukumnya,” ujarnya.

Iklan oleh Google

Ia menyebut, kasus pemerasan yang dialami oleh Caleg PDI-P Busel itu telah dilaporkan juga ke Polsek Batauga pada tahun 2023 lalu. Namun saat itu pelaku kemudian tidak berani menyebarkan video itu sampai memasuki pemilu.

Akan tetapi, kata dia, video tersebut kembali viral setelah KPU sudah menjadwalkan waktu penetapan caleg di Buton Selatan.

“Pasca-penetapan suara Caleg terpilih oleh KPU, video itu dimunculkan dan dikirim melalui jasa pengiriman semacam surat kaleng di dalamnya berisi potongan CD di amplop warna coklat dan itu berisi video viral yang beredar itu,” jelasnya.

Selain itu juga di dalam surat kaleng tersebut terdapat foto ijazah milik Jufri yang diduga nilainya palsu. Sehingga atas kejadian tersebut dirinya kembali melaporkannya kepolisian.

Menurutnya, dewan kehormatan akan memberikan teguran keras terhadap Jufri agar tidak melakukan kembali setelah duduk di DPRD Kabupaten Buton Selatan. Tetapi kata dia, hasil pemeriksaan terhadap caleg tersebut, tergantung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Iya kita laporkan ke DPP. Seperti apa sikap DPP kita tunggu. Tapi biasanya kalau hal seperti ini DPP tidak menanggapi apalagi si Jufri ini sudah lapor polisi sebagai korban (pemerasan),” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi