Take a fresh look at your lifestyle.

Pria yang Lompat dari Jembatan Teluk Kendari Ditemukan Tewas

113

Misteri hilangnya pria muda yang nekat melompat dari Jembatan Teluk Kendari pada Senin 26 Mei 2025 malam akhirnya terungkap. Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban, Erwin Guswanto (23), pada Selasa, 27 Mei 2025 siang tidak jauh dari titik ia diduga jatuh ke laut.

Korban yang merupakan warga Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 13.43 WITa.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala Seksi Humas Basarnas Kendari, Wahyudi.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia tidak jauh dari lokasi jatuh. Operasi SAR pun resmi dinyatakan selesai dan ditutup,” ujar Wahyudi.

Proses pencarian yang berlangsung sejak Senin malam melibatkan sejumlah unsur gabungan mulai dari Basarnas, Polairud, hingga relawan. Usai dievakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga.

Peristiwa tragis ini sempat menghebohkan warga sekitar. Menurut kesaksian sejumlah warga, Erwin terlihat menangis saat berhenti di atas Jembatan Teluk Kendari dengan sepeda motornya, sebelum kemudian melompat ke laut.

“Dari keterangan saksi, korban datang mengendarai motor dan turun sambil menangis, lalu langsung melompat,” jelas Wahyudi.

Iklan oleh Google

Motor yang ditinggalkan Erwin di lokasi kejadian menjadi petunjuk penting dalam mengungkap identitas korban.

Polisi akhirnya berhasil mengidentifikasinya setelah seorang sepupu mengenali motor Honda Scoopy putih-merah dengan nomor polisi DT 5085 RF.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Kendari, Iptu La Ode Hasmil Hamzah, mengungkapkan bahwa dari keterangan sepupu korban, diketahui Erwin sempat berselisih dengan adiknya, Ilham Kurniawan, beberapa jam sebelum kejadian.

“Sepupu korban mendengar dari ipar korban melalui telepon selulernya bahwa korban sebelumnya pada sore hari sempat bertengkar dengan adiknya di rumahnya,” ungkap Hasmil kepada nawalamedia.id.

Usai pertengkaran, lanjutnya, korban sempat pergi menjenguk salah satu keluarganya yang melahirkan di RSAD Dr. R. Ismoyo Kendari.

“Setelah shalat maghrib korban keluar dan meninggalkan RSAD. Dr.R Ismoyo Kendari dengan menggunakan pakaian kaos warna hitam dan celana pendek,” ungkap Hasmil.

Hingga kini belum ada keterangan resmi apakah korban mengalami tekanan psikologis berat yang membuat korban nekat melakukan bunuh diri. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi