Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat (Mubar) akan membangun 11 titik tower (menara) Base Transceiver Station (BTS) di sejumlah wilayah yang dianggap tidak memiliki signal (blank spot).
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Mubar, Al Rahman saat ditemui kantor bupati, Senin 18 Maret 2024.
Kata dia, pembangunan tower BTS di Mubar sudah mulai dilakukan di beberapa wilayah. Proses pembangunan tersebut dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu satu tahun. Dari, 11 titik yang akan dibangun tower BTS, baru dua yang diketahui lokasinya.
“Untuk tahun 2024 ini, 11 tower BTS akan dibangun di sejumlah wilayah di Muna Barat. Proses pembangunannya sudah mulai berjalan dan akan dilakukan secara bertahap. Yang sudah jelas dibangun itu di Desa Sido Makmur dan daerah Kusambi,” jelasnya.
Al Rahman juga menyampaikan bahwa Pemda Mubar telah mendapatkan 11 titik untuk pembangunan BTS. Namun, untuk memastikan titik lokasi pihaknya masih menunggu koordinasi dengan pihak provider. Sebab, dalam penentuan titik atau lokasi pembangunan tower BTS ini ditentukan oleh provider.
Iklan oleh Google
“Jadi, yang menentukan titik pembangunan tower BTS ini dari provider (PT Telkom dan Indosat) dan kita menunggu. Untuk sementara yang terbangun baru tiga tower BTS dan pembangunannya dilakukan bertahap,” tuturnya.
Al Rahman menjelaskan awalnya pemerintah daerah mengusulkan tujuh titik pembangunan tower BTS di Kementrian Kominfo. Padahal, dalam perjalanannya dan dilakukan survei ditambah menjadi 11 titik.
“InsyaAllah, pembangunan 11 tower BTS di Muna Barat selesai tahun 2024 ini,” ucapnya.
Dengan dibangunnya tower BTS ini, ia berharap Muna Barat dapat terbebas dari blank spot atau signal lemah.
Untuk diketahui, pada tahun 2023 Pemda Mubar, melalui Dinas Kominfo telah melakukan survei lapangan dan menemukan wilayah Blank Spot di 7 kecamatan dan 12 desa. Berdasarkan hasil survei tersebut Pemda Mubar mulai mengusulkan pembangunan BTS di Kementrian Kominfo RI. (Pialo/yat)