Cerita di Balik Tabrakan Horor di Perbatasan Lapadaku-Madampi Muna Barat
Masyarakat di perbatasan Desa Lapadaku dan Desa Madampi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat dikejutkan dengan suara gemuruh dari dua unit mobil truk yang saling bertabrakan sekitar pukul 15.30 WITa, Jumat 15 April 2022.
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kecelakaan tersebut bikin pengemudi dan kernetnya trauma. Sebab, kecelakaan nyaris saja merenggut nyawa mereka.
Tabrakan dua mobil berlawanan arah ini tampak keras jika dilihat dari kerusakan yang ditimbulkan. Kedua mobil itu sama-sama mengalami kerusakan cukup parah.
“Kondisinya rusak parah. Tidak bisa jalan. Tabrakannya sangat keras terdengar,” kata Zul, salah satu warga di lokasi kejadian.
Peristiwa kecelakaan ini melibatkan mobil ekspedisi dengan nomor polisi DD 8599 XX dan truk 10 roda dengan nomor polisi DT 9316 UD.
Mobil ekspedisi diketahui dikemudikan oleh Rahman dari arah Raha menuju Wamengkoli. Mobil ini memuat bahan bangunan dari Kendari. Sedangkan truk 10 roda dikemudian Edin dari arah sebaliknya. Truk ini tanpa muatan dan digunakan untuk memuat material proyek pembangunan jalan.
Rahman (31) menceritakan, mobil yang dikemudikannya melaju dengan kecepatan kurang lebih 40 kilometer per jam. Ketika tiba di tikungan perbatasan Desa Lapadaku dan Madampi, mobil truk 10 roda dari arah berlawanan melaju kencang dan langsung menabrak samping kanannya.
“Saat tabrakan, posisinya saya menghindar juga sih. Itu mobil (truk 10 roda) dia lurus,” jelasnya.

Ia mengaku, sudah mencoba menghindari tabrakan dengan keluar dari area aspal. Namun, mobil truk 10 roda tetap melaju hingga menghantam samping mobil yang dikemudikannya. Ia mengaku, kepalanya sempat terbentur muka truk yang menabraknya.
Ia menyebut, di dalam mobil yang dikemudikannya berjumlah lima orang termasuk dirinya. Beruntung empat orang buruh tidak mengalami luka.
“Cuman saya yang luka sedikit dan kepala bengkak,” imbuhnya.
Ian menuturkan, seluruh muatan dipindahkan ke mobil lain sembari menunggu evakuasi kendaraan yang terjerembab di parit.
“Selamatkan dulu muatan, habis itu (mobil) ditarik,” tuturnya.
Rencana, seluruh muatan bahan bangunan itu akan diantar ke salah satu toko di Kabupaten Muna Barat.
Iklan oleh Google
Nasib mujur juga dialami oleh Edin pengemudi truk 10 roda. Ia hanya mengalami luka lecet meski kakinya sempat terjepit di badan mobil.
Seluruh korban luka telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Lawa.
Sementara itu, Kapolsek Lawa Iptu Suratman menyebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas Polres Muna tentang kejadian ini.
Kedua mobil yang terlibat kecelakaan akan dievakuasi lebih dulu karena menghalangi badan jalan.
“Kita pindahkan dulu mobil supaya arus lalu lintas kembali normal,” ujarnya.

Tikungan Rawan
Perbatasan Desa Lapadaku dan Desa Madampi tepat berada di tikungan sempit dengan jarak pandang terbatas.
Karena hal itu, tabrakan roda empat sering terjadi di wilayah tersebut. Kapolsek mengimbau agar warga yang melintas di jalur ini untuk mengurangi kecepatannya.
Selain karena jalannya yang sempit untuk mobil ukuran besar, jarak pandang di lokasi tersebut sangat terbatas.
Sebab, baik dari arah Raha maupun dari Wamengkoli, pandangan pengemudi terhalang oleh pagar milik warga.
Sementara itu, beberapa warga yang berada di lokasi menceritakan, tikungan di perbatasan itu telah banyak menelan korban kecelakaan.
“Beberapa bulan lalu, ada juga yang tabrakan di sini. Beruntung tidak ada yang meninggal. Sama-sama mobil juga dulu,” kata salah satu warga.
Sementara itu, Rahman sopir mobil ekspedisi mengaku bersyukur masih bisa selamat dalam peristiwa nahas tersebut. Sebab, bila dirinya tidak sigap membanting setir ke kiri, bisa saja truk 10 roda tersebut menghantam di bagian kemudi.
“Untung saya minggir memang. Kalau dia hantam bagian kita, baru kita lima orang di depan, saya tidak tahu bagaimana itu,” imbuhnya. (yat)