Take a fresh look at your lifestyle.

Alat Pendeteksi Gempa dan Tsunami di Wakatobi Hilang Dicuri

51

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadi pencurian komponen vital pada Selter InaTEWS (Tsunami Early Warning System) milik BMKG Stasiun Geofisika Kelas IV Kendari di Wangi-Wangi, Wakatobi pada Kamis, 20 November 2025.

Akibatnya sistem peringatan dini gempa dan tsunami di Sulawesi Tenggara (Sultra) kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas IV Kendari, Rudin. S.T, M.Geo mengatakan sistem peringatan dini gempa dan tsunami yang hilang di curi tersebut ialah tiga unit panel surya.

Kata dia, panel-panel ini adalah sumber energi krusial yang memastikan perangkat dapat mengirimkan data gempa bumi secara real time.

“Hilangnya data dari perangkat ini sangat mengkhawatirkan, terutama karena wilayah Sulawesi Tenggara yang rawan akan bencana gempa bumi hanya memiliki satu alat pemantau gempa bumi di Kabupaten Wakatobi,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Kelas IV Kendari, Rudin dalam keterangan tertulisnya

Dia mengungkapkan kasus pencurian ini menimbulkan dampak serius mengingat tingginya aktivitas seismik di Sultra. Hingga Oktober 2025 saja, wilayah ini telah mencatat lebih dari 1.400 kejadian gempa bumi, dengan 158 di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

Iklan oleh Google

Dia melanjutkan saat ini, di seluruh Sultra, terdapat 15 sensor gempa bumi terpasang. Namun, Kabupaten Wakatobi, yang merupakan wilayah kepulauan, hanya memiliki satu sensor seismograf sebagai mata tunggal BMKG di sana.

“Di wilayah Sulawesi Tenggara, telah terpasang 15 sensor gempa bumi di hampir semua wilayah Sulawesi Tenggara, termasuk di Kabupaten Wakatobi yang hanya terpasang 1 sensor seismograf,” ujarnya.

Dia menyebut bahwa proses penggantian komponen yang hilang tidak dapat dilakukan segera. Diperlukan waktu yang cukup panjang untuk pengajuan dan pengadaan perangkat baru.

“Proses penggantian komponen yang hilang tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Diperlukan waktu yang cukup panjang untuk pengajuan dan pengadaan perangkat baru, yang akan berdampak langsung pada keakuratan dan ketepatan informasi yang diberikan BMKG kepada masyarakat, ” tambahnya.

Dia menambahkan alat pendeteksi gempa bumi sudah beberapa terjadi sejak tahun 2015. Pada awal tahun ini, pencurian dan perusakan alat monitoring gempa bumi dan tsunami terjadi di Sidrap-Sulawesi Selatan.

“Dengan adanya kasus pencurian peralatan pendeteksi gempa bumi di Wakatobi makin menambah jumlah kasus serupa,” ungkapnya.

BMKG pun menekankan pentingnya peran serta masyarakat dan instansi daerah dalam menjaga keamanan perangkat BMKG. Setiap elemen masyarakat memiliki tanggung jawab dalam mendukung sistem peringatan dini yang efektif demi keselamatan bersama. (Ahmad Odhe/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi