Deklarator Mekar Jaya : Kesejahteraan Masyarakat Esensi Pemekaran Mubar
Salah satu deklarator Mekar Jaya La Ode Rahmat Apiti turut memberikan pandangan atas riak sejarah pemekaran Kabupaten Muna Barat.
Deklarasi Mekar Jaya adalah cikal bakal munculnya rencana pemekaran Kabupaten Tiworo Raya yang kemudian berubah nama menjadi Kabupaten Muna Barat.
Menurut La Ode Rahmat Apiti, Mubar telah berusia 8 tahun menjadi daerah otonomi baru (DOB). Ia menyebut, esensi perjuangan pemekaran daerah Mubar adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Muna Barat sebagai daerah otonom baru yang sudah berusia 8 tahun sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pemekaran wilayah harus bermanfaat bagi kemaslahatan umat,” kata Rahmat Apiti dalam keterangannya, Minggu 24 Juli 2022.
Menurut dia, walau baru berusia 8 tahun, Mubar terus menggenjot pembangunan agar setara dengan daerah lain.
“Pembangunan infrastrukur sudah merata dan sudah minim fasiltas jalan dan jembatan yang rusak,” katanya.
Sebagai salah satu deklarator, ia mengaku senang dengan perkembangan Muna Barat saat ini. Selain itu, berdirinya Mubar selama 8 tahun telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami merasa happy dengan perkembangan Mubar saat ini. Sebagai salah satu deklarator Mekar Jaya saya senang, dan titik puncak kesenangan itu ketika melihat Mubar bermanfaat bagi banyak orang,” imbuhnya.
Iklan oleh Google
Ia merinci, fase pertama perjuangan pemekaran pada tahun 2003-2006. Diawali dengan deklarasi Mekar Jaya pada 18 Juli 2004. Hal itu sesuai dengan dokumen Pemda Mubar selayang pandang sejarah Mubar.
“Perjuangan tokoh-tokoh masyarakat, dan pemuda, seperti, Uking Djassa, Nurdin Olo (almarhum) Kadir Subaera, Ali Sujono (almarhum), Nyoman Gelgel, serta kaum muda Labadi, La Ode Halim Halami serta teman teman lain,” katanya.
Dalam perjalanannya, wacana pemekaran Mubar ini turut menarik simpati banyak pihak. Dukungan turut mengalir.
Ia menyebut, perjuangan pemekaran banyak pihak yang terlibat dan berkorban untuk daerah tersebut.
“Ada banyak tantangan yang dilalui baik itu masalah teknis maupun rintangan politik lokal dan nasional tapi alhamdulilah teman-teman yang berjuang sampai mekar tidak pernah putus asa,” jelasnya.
Selain dukungan masyarakat, mekarnya Mubar juga berkat dukungan pemerintah Kabupaten Muna, DPRD Muna dan pemerintah provinsi serta pemerintah pusat.
Untuk itu, Rahmat Apiti berharap, di usia 8 tahun, Mubar makin maju dan berdaya saing dengan daerah lain.
“Yang perlu kita pikirkan ke depan adalah berbuat untuk kemajuan daerah tanpa harus melupakan sejarahnya,” pungkas Komisaris Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sultra ini.
