Gubernur Andi Sumangerukka Pimpin Apel Perdana ASN, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, didampingi Wakil Gubernur Ir. Hugua, memimpin apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Sultra di Lapangan Kantor Gubernur.
Apel ini menjadi momentum penting bagi pasangan ASR-Hugua pasca-dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Lebih dari 3.500 ASN dari berbagai instansi hadir dalam apel yang turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Sultra, para pejabat tinggi pratama, staf ahli gubernur, kepala OPD, serta pejabat struktural dan fungsional.
Dalam sambutannya, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menegaskan bahwa sinergi dan profesionalisme ASN adalah kunci dalam mewujudkan visi pembangunan daerah.
“Saya bersama Pak Hugua ingin membangun pemerintahan yang solid dan profesional. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Kesejahteraan ASN juga akan menjadi perhatian kami agar pelayanan semakin maksimal,” ujar Gubernur.
Iklan oleh Google
Sebagai langkah awal, Gubernur mengumumkan program peningkatan insentif bagi ASN serta membagikan 556 paket sembako untuk ASN golongan 1 dan 2 sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan pegawai.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran ASN dalam merealisasikan Quick Win 100 hari kerja ASR-HUGUA.
Wakil Gubernur Ir. Hugua menambahkan bahwa kerja sama dan loyalitas ASN sangat diperlukan dalam membangun pemerintahan yang efektif dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Kami ingin melihat seluruh ASN bekerja dengan semangat tinggi. Pemerintah Provinsi Sultra akan terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik agar setiap pegawai dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Apel perdana ini menjadi simbol awal kepemimpinan ASR-Hugua yang menekankan kolaborasi, kesejahteraan ASN, dan pelayanan publik yang lebih baik. Dengan kebersamaan yang kuat, Sulawesi Tenggara diharapkan semakin maju dan sejahtera di bawah kepemimpinan baru. (Ahmad Odhe/yat)
