Guru Besar di UHO Kendari Bertambah, Prof Zamrun: Bukti Kegiatan Tri Dharma di Universitas Berjalan Baik
Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Prof Muhammad Zamrun Firihu kembali mengukuhkan 7 guru besar di lingkup Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari pada Senin, 16 Desember 2024.
Dengan adanya 7 guru besar tersebut menambah jumlah guru besar di Universitas Halu Oleo.
Tujuh guru besar tersebut berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Pertanian (FPT), Fakultas Matematika dan IPA (FMIP), dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Ketujuhnya yakni Prof. Dr La Hamimu S.Si, M.T, diangkat dalam jabatan Guru Besar dalam bidang Komputasi Geofisika Non-elektromagnetik, Prof. Dr. Thamrin Azis, M.Si, diangkat dalam jabatan Guru Besar dalam bidang Anorganik Lingkungan, Prof. Dr. Abdul Kadir. M.Si, diangkat dalam jabatan Guru Besar dalam bidang Manajemen Publik.
Kemudian Prof. Dr. La Ode Nggawu, S.Pd, M.Si, diangkat dalam jabatan Guru Besar dalam bidang Teknologi Pembelajaran Bahasa Inggris, Prof. Dr. Muhammad Aswar Limi S.Pi, M.Si, diangkat dalam jabatan Guru Besar dalam bidang Agribisnis Perikanan, Prof. Dr. Sudirman Zaid, S.E, M.Si, diangkat dalam jabatan Guru Besar dalam bidang Ilmu Manajemen Pemasaran.
Terakhir Prof. Dr. Ernawati, M.Si diangkat dalam jabatan Guru Besar dalam bidang Kebijakan Ekonomi Makro.
Prof Muhammad Zamrun mengatakan, bertambahnya jumlah guru besar di Universitas Halu Oleo ini membuktikan bahwa tridharma perguruan tinggi di kampus hijau itu berjalan dengan baik.
Karena salah satu syarat untuk menjadi perguruan tinggi yang baik ialah dengan adanya publikasi ilmiah.
Iklan oleh Google
“Jadi dengan adanya guru besar ini salah satu bukti bahwa apa kegiatan tridharma di universitas itu bisa berjalan dengan baik karena syarat-syarat perguruan tinggi yang bagus itu diperlukan guru besar terutama di bidang publikasi ilmiah,” kata Prof Zamrun saat ditemui usai mengukuhkan 7 guru besar di lingkup UHO Kendari.
Prof Zamrun menyebut, hingga saat ini UHO Kendari sudah mencetak sebanyak 145 guru besar.
Menurut Zamrun, pencapaian predikat guru besar ini, dijadikan awal mula sebuah perjuangan untuk memantapkan khazanah keilmuan yang telah diraih untuk selalu memiliki integritas yang tinggi, serta tanggung jawab moral.
Sehingga ia berpesan kepada para guru besar yang dikukuhkan, agar dapat memberikan aksi nyata untuk memajukan Universitas Halu Oleo (UHO) dalam bidang keilmuanya masing-masing.
“Guru besar atau profesor merupakan puncak karir jabatan fungsional seorang dosen di perguruan tinggi. Jadi saya harap yang dikukuhkan hari ini harus menghasilkan lebih banyak karya terutama dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Prof Zamrun.
Alumnus Jepang itu mengungkapkan, sebagai academic leader atau kepemimpinan akademik guru besar juga harus meningkatkan layanan prima.
“Guru besar harus selalu berupaya menemukan cara tentang kepeloporan akademik yang ditunggu oleh masyarakat, serta berupaya memberikan jawaban atas persoalan yang ada di lingkungan akademik kampus dan di masyarakat dengan aksi nyata,” ungkap Ketua Kagama Sultra itu.
Lebih lanjut, ia berharap pada yang dikukuhkan sebagai guru besar dapat menginspirasi seluruh dosen di Universitas Halu Oleo terutama di program studinya.
“Saya harap guru besar yang dikukuhkan hari ini bisa memberikan bimbingan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat agar dapat meningkatkan akreditasi program studi,” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)
