Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu 17 Januari 2024 kasus demam berdarah (DBD) terus mengalami peningkatan. Dimana sebelumnya, Selasa 16 Januari 2024 kasus DBD 396 kasus.
Namun saat ini, kasus DBD di Sultra mencapai 439 kasus yang tersebar di 13 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Sehingga kasus DBD di Sultra mengalami peningkatan 43 kasus pada hari ini.
Dari 439 kasus akibat gigitan nyamuk
aedes aegypti yang menyebarkan virus dengue tersebut, 2 orang dinyatakan meninggal dunia yakni dari Kota Kendari dan Kabupaten Konawe.
Iklan oleh Google
Dalam kasus DBD di Sultra, Kota Kendari peringkat pertama dengan jumlah 261 kasus. Kemudian disusul Kabupaten Konawe Selatan 80 kasus, Kolaka 21 kasus, Bombana 18 kasus, Konawe dan Kolaka Timur 15 Kasus, Muna Barat 14 kasus. Kemudian Kota Baubau dan Buton Selatan 4 kasus, Wakatobi 3 kasus Butur 2 kasus, Konawe Kepulauan dan Buton dengan 1 kasus.
Atas kejadian tersebut Penjabat (Pj) Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto mengaku prihatin dengan terus meningkatnya angka kasus DBD.
Menurut Andap kasus DBD tersebut akan berlangsung hingga Maret 2024. Sehingga ia mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan di sekitarnya baik di dalam rumah ataupun lingkungan kerja.
“Ada satu orang ditugasi untuk memperhatikan lingkungan sosial. Kita mengenal dengan langkah-langkah 3M plus. Melihat apakah ada genangan air. Kemudian dengan menguras membersihkan dan seterusnya,” pungkasnya. (Ahmad Odhe/yat)
