Take a fresh look at your lifestyle.
UHO Kendari

UHO Kendari Terus Bersolek di Bawah Kepemimpinan Prof Zamrun

905

Suasana Yogyakarta dan Jepang yang kental dengan iklim akademiknya, diadopsi Prof Muhammad Zamrun Firihu saat memimpin Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari. Zamrun pernah menempuh studi magister di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan melanjutkan program doktoralnya di Tohoku University Jepang.

Di sela menuntaskan studi baik magister maupun doktoralnya, Zamrun juga belajar banyak hal, terutama di Negeri Samurai. Mulai dari iklim akademik hingga proses pendidikan yang aman, nyaman dan asri.

Pengalaman di Yogya dan Jepang diterapkan di UHO Kendari usai dirinya dilantik sebagai rektor periode pertamanya pada Selasa 18 Juli 2017 lalu. Zamrun membuat gebrakan dengan rencana perbaikan infrastruktur perkuliahan dan pelayanan di universitas, fakultas hingga jurusan.

Beberapa gedung dipugar kembali. Termasuk, gedung Auditorium Mokodompit UHO direnovasi bak aula hotel mewah.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memberikan kesan baik bagi orang tua mahasiswa yang menghadiri acara wisuda. Sebab, gedung auditorium menjadi pusat digelarnya wisuda di UHO Kendari.

Selain itu, Prof Zamrun juga mulai memusatkan proses perkuliahan mahasiswa strata satu (S1) di Bumi Tridharma Anduonohu. Terakhir, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) dipindahkan dari pusat perkuliahan Pascasarjana UHO di Kemaraya.

Dalam peresmian gedung perkuliahan FHIL UHO Kendari, Zamrun mengaku, sejak awal memimpin kampus hijau tersebut, ia selalu bermimpi untuk membuat UHO aman dan nyaman untuk semua orang. Baik bagi mahasiswa, dosen, pegawai termasuk siapa saja yang datang berkunjung di UHO Kendari.

Untuk mewujudkan hal itu, lanjut Zamrun, penataan kampus, utamanya sarana dan prasarana merupakan keniscayaan.

“Alhamdulillah semua kegiatan perkuliahan S1, itu semua ada di kampus baru,” katanya.

Bagi Zamrun, perubahan ke arah lebih baik itu perlu terus diupayakan untuk mengejar ketertinggalan dari kampus ternama di Indonesia. Sebab, jika hal itu tidak dilakukan, maka dipastikan kampus terbaik di Sultra itu bisa ketinggalan di kancah nasional.

“Sekarang saatnya memperlihatkan potensi. Bukan lagi dengan pola-pola lama. Kalau tidak bisa (berubah), mohon maaf kita akan tertinggal,” ujarnya.

Ia pun berpesan, agar semua fasilitas dan penunjang yang telah dibangun agar bisa dijaga bersama dan dimanfaatkan dengan baik. Hal ini akan menimbulkan kesan baik bahwa UHO Kendari telah berbenah dan bisa bersaing dengan kampus ternama di Indonesia.

“Yang membuat peradaban maju itu karena pendidikan maka jaga universitas kita ini. Kampus ini untuk daerah dan anak cucu kita yang akan datang,” tuturnya.

Rektor UHO Kendari yang juga Ketua Asprov PSSI Sultra saat mengecek kondisi lapangan Stadion UHO MZF. (Istimewa)

Membangkitkan Minat Bakat Mahasiswa

Di bawah Tahun 2015, wilayah UHO Kendari dikenal rawan. Zamrun mencarikan formula terbaik agar UHO Kendari mulai dikenal dengan iklim akademik dan pengembangan bakat mahasiswanya.

Berbagai hal dilakukan Zamrun, mulai dari kerjasama dan koordinasi erat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga penguatan kelembagaan mahasiswa serta pengembangan minat dan bakat.

Zamrun pun paham, selain memberikan dukungan terhadap kualitas akademik mahasiswa, perlunya sarana yang baik dalam menunjang bakat mereka.

Yah, Zamrun mulai merenovasi seluruh fasilitas olahraga termasuk sarana kegiatan mahasiswa lainnya. Terbaru, Zamrun memoles stadion mini UHO Kendari berstandar FIFA.

Kebijakan dalam membangkitkan minat dan bakat mahasiswanya akhirnya dapat tuahnya. Mahasiswa UHO Kendari bisa mencatatkan namanya di berbagai ajang dan lomba. Pesepaktakraw putri UHO Kendari berhasil meraih medali di kejuaraan internasional.

Iklan oleh Google

Di bidang seni, salah satu mahasiswa UHO Kendari berhasil menjadi jawara di PEKSIMINAS XVI 2022 di Malang, Jawa Timur.

Tentunya, masih banyak lagi capaian mahasiswa UHO Kendari baik di level nasional dan internasional yang turut membanggakan masyarakat Sulawesi Tenggara.

“Prestasi anak-anak kita di UHO Kendari ini, tidak hanya membuat kampus bangga, tapi juga masyarakat Sulawesi Tenggara dan Indonesia,” kata Zamrun beberapa waktu lalu.

Lapangan UHO Kendari Jadi Pembeda di Bumi Anoa

Lapangan sepak bola UHO bertaraf nasional. (Istimewa)

Menikmati view lapangan eksotik berikut rumputnya yang berstandar FIFA hanya bisa dilihat di Pulau Jawa.

Bagi Zamrun, pandangan ini keliru. Membangun sebuah lapangan berstandar international tidak lah sulit. Hanya butuh keseriusan dan tekad serta komitmen dalam hal membuat kebijakan dan keputusan.

Buktinya, Zamrun mampu mewujudkan angan-angannya membangun stadion berkualitas yang bisa mengangkat derajat sepak bola Sulawesi Tenggara di kancah nasional.

Lapangan sepak bola yang diberi nama Stadion UHO MZF itu menjadi perbincangan banyak orang hingga videonya viral di berbagai lini masa media sosial. Viewnya dari udara, menegaskan bahwa Stadion UHO MZF mirip dengan stadion klub ternama di Indonesia.

Stadion UHO MZF ini ditanami rumput standar yang sering digunakan oleh stadion-stadion megah di Indonesia yang tentunya berdasarkan penilaian FIFA. Selain itu, lapangan tersebut dilengkapi dengan saluran irigasi dan drainase sehingga tidak ada genangan air di lapangan ketika hujan deras.

“Pastinya, kita buat sesuai standar PSSI,” katanya.

Jenis rumput yang akan digunakan yaitu zoysia matrella yang didatangkan langsung dari Kota Surabaya.

Kemudian pengerjaan rumput sendiri ditangani oleh PT Harapan Jaya Lestarindo yang merupakan perusahaan pembangunan dan pengembangan lapangan sepak bola, lapangan golf, putting green maupun landscape yang sudah berdiri sejak tahun 2000.

Tiang gawang diketahui didatangkan dari Malaysia, karena di Asia Tenggara, negeri jiran itu yang memiliki lisensi FIFA untuk tiang gawang. Selain tiang gawang, bendera sudut pun berstandar FIFA.

Zamrun menuturkan, lapangan tersebut nantinya akan digunakan event nasional dan juga untuk mahasiswa ataupun umum.

Selain itu, kata Prof Zamrun, lapangan tersebut akan disewakan agar menjadi salah satu sumber pemasukan bagi UHO.

Zamrun berharap, dengan diresmikannya stadion UHO MZF ini gairah sepak bola di Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin meningkat lagi. Apalagi stadion UHO MZF ini merupakan stadion pertama yang berstandar nasional di Sultra.

“Artinya kita di Sultra juga bisa menyediakan lapangan yang bertaraf nasional. Mudah-mudahan bisa diikuti oleh semua pemerintah daerah (Pemda), khususnya juga pemerintah provinsi. Sehingga nanti lapangan-lapangan yang bertaraf nasional di Sultra semakin banyak,” harap Zamrun.

Pria kelahiran Kabupaten Muna ini menuturkan, segala kebijakan dan pembangunan yang telah dilakukannya, hanya semata-mata ingin kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara terus berkembang melalui UHO Kendari.

Sebab, setiap pemimpin harus memiliki legasi untuk dilanjutkan generasi selanjutnya di Sulawesi Tenggara. (Adv/yat)

ARTIKEL-ARTIKEL MENARIK NAWALAMEDIA.ID BISA DIAKSES VIA GOOGLE NEWS(GOOGLE BERITA) BERIKUT INI: LINK
Berlangganan Berita via Email
Berlangganan Berita via Email untuk Mendapatkan Semua Artikel Secara Gratis DIkirim ke Email Anda
Anda Dapat Berhenti Subscribe Kapanpun
Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan, ruas (*) wajib diisi